RaebesiNews.com – Pertanian sejak lama menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Malaka. Dari hamparan sawah di Wewiku hingga ladang jagung di Kobalima, sektor ini bukan sekadar sumber pangan, tetapi juga ruang hidup, budaya, dan harapan ribuan keluarga petani. Tanah yang digarap turun-temurun menjadi saksi ketekunan petani Malaka dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Dengan dukungan sistem irigasi dari Bendung Benenai, Malaka memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di NTT. Sawah-sawah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan, sehingga pola tanam dapat diatur lebih baik dan produktivitas meningkat. Petani kini mampu menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
Pemerintah daerah terus mendorong pertanian sebagai sektor unggulan. Pendampingan penyuluh, penyediaan benih unggul, serta perbaikan saluran air menjadi fokus utama. Langkah ini bertujuan memastikan petani tidak berjalan sendiri menghadapi tantangan cuaca dan harga pasar.
Pertanian Malaka bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang menjaga martabat petani. Ketika sektor ini diperkuat, maka kesejahteraan desa ikut tumbuh, dan Malaka berdiri kokoh sebagai lumbung pangan di perbatasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











