RaebesiNews.com – Kabupaten Malaka kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian unggulan di Nusa Tenggara Timur. Kali ini, komoditas pisang asal Malaka menjadi sorotan setelah terbukti mampu menguasai pasar di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Temuan membanggakan itu disampaikan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.
Dalam setiap kunjungan tersebut, HMS mengaku hampir selalu disuguhi aneka makanan ringan berbahan dasar pisang. Namun yang membuatnya semakin bangga adalah ketika mengetahui bahwa bahan baku pisang yang digunakan ternyata didatangkan dari Kabupaten Malaka.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Ke mana pun saya berkunjung di Flores, ternyata pisang yang mereka gunakan banyak berasal dari Malaka,” ungkap HMS.
Menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, kualitas pisang asal Malaka dinilai jauh lebih baik dibandingkan produksi dari beberapa daerah lain di Flores. Selain rasanya yang manis dan teksturnya yang baik, buahnya juga tidak mengalami kerusakan akibat serangan penyakit.
Warga di Kabupaten Nagekeo bahkan menyebutkan bahwa sekitar 90 persen tanaman pisang di Pulau Flores dalam beberapa tahun terakhir telah terserang virus yang menyebabkan daging buah menghitam sehingga tidak layak dikonsumsi. Di tengah kondisi tersebut, pisang dari Malaka justru hadir sebagai alternatif terbaik karena kualitasnya tetap terjaga.
Permintaan pasar yang tinggi ikut mendongkrak harga jual. Satu sisir pisang asal Malaka di pasar Flores dapat dihargai sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000, angka yang cukup menjanjikan bagi para petani.
Melihat peluang tersebut, HMS meminta para petani di Kabupaten Malaka untuk terus meningkatkan budidaya pisang. Menurutnya, pasar sudah terbuka lebar dan permintaan masih sangat besar sehingga harus dimanfaatkan sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan berhenti menanam. Terus kembangkan produksi pisang karena pasar sudah ada. Ini kesempatan emas bagi petani Malaka untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” tegasnya.
HMS juga menilai keberhasilan pisang Malaka menembus pasar Flores menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama daerah. Dengan pengelolaan yang baik, dukungan pemerintah, serta semangat petani dalam menjaga kualitas hasil panen, pisang Malaka diyakini dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi kabar baik bagi para petani. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, pisang Malaka justru berhasil membangun reputasi sebagai produk berkualitas yang dipercaya konsumen di berbagai daerah di Pulau Flores. Hal tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas pasar sekaligus mengangkat nama Kabupaten Malaka sebagai salah satu sentra penghasil pisang terbaik di Nusa Tenggara Timur.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












