RaebesiNews.com – Stadion Oepoi Kupang menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru dari tim muda asal perbatasan selatan Indonesia, Kabupaten Malaka. Dua tim sepak bola usia dini, PS Malaka U13 dan U15, berhasil melaju ke babak final Soeratin Cup 2025.
Ini bukan sekadar kemenangan di lapangan, tetapi juga pembuktian bahwa proses pembinaan yang serius, dukungan kolektif, dan keyakinan pada potensi lokal dapat menghasilkan prestasi membanggakan.
U15 Menumbangkan Favorit Turnamen
Minggu, 6 Juli 2025, menjadi hari penuh haru dan kebanggaan bagi masyarakat Malaka. PS Malaka U15 turun ke lapangan menghadapi tim kuat Bintang Timur Atambua dalam laga semifinal. Laga berlangsung sengit, penuh tekanan dan emosi.
Namun anak-anak Malaka tampil percaya diri dan solid. Walau sempat ditinggal satu gol, namun melalui kerja sama lini tengah yang rapi dan line depan yang tajam, Gol demi gol tercipta dan skor akhir 2-1 memastikan Malaka melangkah ke final.
Ini bukan kemenangan biasa. PS Malaka U15 menyingkirkan salah satu unggulan dengan gaya bermain yang memikat: disiplin bertahan, sabar membangun serangan, dan cepat dalam transisi. Taktik tiki-taka ala Malaka muda menjadi senjata utama yang sulit diantisipasi.
Baca Juga: Munas ASWAKADA: HMS Dukung Sinergi Wakil Kepala Daerah
U13 Konsisten dan Tangguh
Sementara itu, PS Malaka U13 lebih dulu mengamankan tiket final setelah tampil impresif di babak penyisihan grup. Menghadapi Kristal FC, BMU Alor Pantar, dan Bintang Timur, tim U13 bermain imbang dua kali dan menang satu kali, cukup untuk membawa mereka lolos ke fase gugur dan kemudian ke partai puncak.
Meski masih belia, para pemain PS Malaka U13 menunjukkan kematangan strategi dan ketenangan dalam menghadapi tekanan. Mereka bermain dengan hati, bukan sekadar mengejar bola, tetapi mempersembahkan perjuangan untuk orangtua, pelatih, dan tanah kelahiran.
Baca Juga: Marius Boko Tantang Kejati NTT Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi RSP Wewiku
SBS: “Proses Tak Pernah Mengkhianati Hasil”
Keberhasilan ini langsung disambut dengan penuh haru dan bangga oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), yang dikenal sebagai sosok pemimpin visioner yang menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk olahraga.
“Ini bukan hasil instan. Ini buah dari kerja keras, latihan panjang, pengorbanan para pelatih, orangtua, dan tentu semangat anak-anak Malaka sendiri. Dan hari ini, kita buktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” tegas SBS dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, SBS menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka akan terus mendukung pembinaan sepak bola usia dini. Menurutnya, olahraga bukan sekadar hiburan, tetapi wadah pembentukan karakter, disiplin, dan identitas generasi muda.
“Kita ingin anak-anak Malaka tidak hanya kuat fisik, tapi juga cerdas, tangguh, dan percaya diri. Lewat olahraga, kita mendidik mereka menjadi pemimpin masa depan yang mencintai tanah kelahiran,” ujar SBS.
Baca Juga: BKN Harus Fokus pada Teknis Administratif, Bukan Substansi Kepegawaian Daerah
Dukungan Total dari Masyarakat dan Pemerintah
Keberhasilan PS Malaka tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Dinas Pemuda dan Olahraga, PSSI Malaka, orangtua pemain, dan seluruh lapisan masyarakat terus memberi semangat, baik secara langsung di Kupang maupun dari kampung-kampung di Malaka.
Juru Bicara PSSI Malaka, Robi Klau, mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk terus memberi doa dan dukungan moril menjelang partai final.
“Kita sudah berada di titik akhir perjuangan. Mari kita dukung anak-anak kita dengan doa dan semangat dari seluruh pelosok Malaka. Mereka berjuang bukan hanya untuk diri mereka, tetapi untuk mengangkat nama Rai Malaka di mata NTT dan Indonesia,” tegas Robi.
Baca Juga: Di Hari Bhayangkara Ke-79, SBS Serukan Doa dan Harapan untuk Polres Malaka
Final: Pertaruhan Harga Diri dan Martabat Daerah
Laga final akan digelar Senin, 7 Juli 2025, di Stadion Oepoi. Seluruh masyarakat Malaka menanti dengan harap dan bangga. Apapun hasilnya, PS Malaka U13 dan U15 telah menunjukkan bahwa Malaka adalah rumah bagi talenta muda sepak bola Indonesia. Mereka bukan hanya bermain, tapi memperjuangkan sebuah nama: Malaka.
Bagi Bupati Malaka, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia telah menjelma menjadi panggung kebangkitan, jembatan antar generasi, dan suara yang menyatukan seluruh rakyat dari pesisir hingga pegunungan.
“Hari ini kita bangga. Besok kita siap berjuang lagi. Karena Malaka, tak akan pernah berhenti menanam benih-benih prestasi,” pungkas SBS.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





