RaebesiNews.com – Tak ada yang lebih menyentuh batin seorang pelatih selain melihat anak-anak asuhnya melampaui batas yang pernah ia bayangkan. Itulah yang dirasakan dr. Dion Bria Seran, Sp. OG, saat PS Malaka U-15 mengukir prestasi gemilang sebagai Runner-up Piala Presiden Seri Nasional 2025 di Surabaya, Jawa Timur.
Di tengah gegap gempita turnamen, tak pernah sekalipun terbersit dalam benaknya bahwa tim kecil dari tapal batas ini akan berdiri megah di partai final. “Saya hanya target sampai semifinal. Namun luar biasa, mereka melampaui semua itu,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Bermula dari Hobi, Berakhir dengan Sejarah
Anak-anak PS Malaka U-15 bukanlah lulusan akademi sepak bola atau sekolah sepak bola ternama. Mereka hanyalah remaja Malaka yang jatuh cinta pada si kulit bundar, bermain di tanah berdebu dan lapangan seadanya. Namun semangat mereka lebih kokoh dari tribun stadion manapun.
Dengan ambisi dan nyali besar, mereka melangkah dari sudut kecil NTT menuju panggung nasional—dan mengejutkan semua orang.
Di Surabaya, mereka bukan sekadar peserta—mereka menjadi penantang, pemecah stigma, dan pemantik kebanggaan. Dari babak penyisihan, semifinal, hingga final, mereka menjawab setiap peluit dengan determinasi yang membuat banyak orang berdecak kagum.
Bukan Mantan Atlet, Tapi Melahirkan Juara
Menariknya, sang pelatih bukan pesepak bola profesional. Ia bukan alumni klub besar atau jebolan akademi olahraga. Ia adalah seorang dokter spesialis kebidanan—sosok yang sehari-hari membantu melahirkan kehidupan.
Namun kali ini, ia melahirkan sesuatu yang lain: sejarah.
Di tangan dr. Dion Bria Seran, terbentuklah tim juara baru. Bukan hanya untuk Malaka, tapi juga untuk Nusa Tenggara Timur. Ia menata semangat, bukan taktik mahal. Ia memupuk rasa percaya diri, bukan sekadar strategi rumit. Ia yakin, bahwa kadang bakat bisa kalah oleh tekad dan kerja sama.
Ketika Semangat Mengalahkan Segala Keterbatasan
Perjalanan PS Malaka U-15 membuktikan satu hal: untuk bersaing di level nasional, bukan kemewahan yang utama, melainkan semangat dan kerja tim. Mereka menembus dinding-dinding keraguan, mereka menantang kenyataan, dan mereka meninggalkan jejak.
Kini, nama PS Malaka U-15 resmi tercatat dalam sejarah Piala Presiden. Bukan sebagai penggembira, tetapi sebagai finalis terhormat, Runner-up nasional tahun 2025.
Dan di balik sorak kemenangan dan pelukan haru anak-anak didiknya, seorang dokter yang menjadi pelatih berdiri dengan senyum basah air mata. Bukan karena kalah di final, tapi karena menyaksikan mimpi yang tak pernah berani ia impikan, kini menjadi kenyataan.
Malaka boleh kecil di peta, tapi hari ini, ia besar di mata sepak bola Indonesia.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





