Waspada! 3 Modus Penipuan Online Terbaru 2025 yang Harus Kamu Ketahui

Screenshot 20250810 163736 Gallery 2779391401

RAEBESINEWS.COM – Perkembangan teknologi yang cepat di era digital membawa manfaat besar, namun juga membuka peluang bagi para penipu untuk melancarkan aksi dengan cara yang semakin canggih.

Kerugian yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari pencurian data pribadi hingga saldo rekening terkuras habis.

PCWorld merangkum tiga modus penipuan yang marak terjadi di tahun 2025, berikut penjelasannya:

Baca Juga: WNI di Singapura Sambut Presiden Prabowo dengan Semangat Kemerdekaan RI ke-80

1. Phishing dari Akun AI Berbayar

Layanan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Gemini kini semakin populer dan banyak digunakan oleh individu maupun perusahaan. Sayangnya, tren ini dimanfaatkan oleh penjahat siber.

Perusahaan keamanan Barracuda Networks melaporkan maraknya email phishing yang mengaku dari pihak resmi OpenAI. Dalam email tersebut, pelaku mengklaim pembayaran langganan ChatGPT gagal diproses dan korban diminta memperbarui informasi akun dalam waktu 7 hari.

Baca Juga: Wapres Gibran Terima DPP APDESI, Dorong Desa Jadi Fondasi Pembangunan Nasional

Jika korban mengikuti tautan yang diberikan, mereka diarahkan ke situs palsu untuk mencuri detail login, yang kemudian dijual di pasar gelap internet. Tips aman: Jangan terburu-buru memperbarui akun jika mendapat email mencurigakan, meski tampak resmi.

2. Penipuan Akun Streaming

Layanan streaming seperti Netflix dan Disney+ juga menjadi target empuk penipu. Modusnya mirip, pelaku mengirim email palsu yang mengaku dari pihak resmi layanan streaming, meminta pembaruan detail pembayaran dengan ancaman akun akan diblokir.

Data login yang dicuri dapat diperjualbelikan atau digunakan untuk mengakses akun korban. Tips aman: Abaikan email yang memaksa Anda mengklik tautan atau mengisi data pribadi, terutama jika bersifat mendesak.

Baca Juga: 3 Kado Istimewa dari Presiden Prabowo untuk Guru di HUT RI ke-80, Cek Detailnya!

3. Penipuan Password Manager (Vishing)

Password manager seperti LastPass menyimpan banyak data login penting, sehingga menjadi incaran utama penipu. Modus terbaru adalah vishing (voice phishing), kombinasi penipuan telepon dan phishing.

Pelaku meniru halaman login resmi menggunakan kit phishing, lalu menelepon korban berpura-pura sebagai petugas keamanan. Mereka menginformasikan adanya percobaan akses dari perangkat baru dan mengarahkan korban ke tautan palsu untuk memasukkan password utama.

Begitu data didapat, pelaku langsung mengambil alih akun dan mengganti informasi pemulihan. Tips aman: Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) dan kunci sandi untuk melindungi akun password manager Anda.

Baca Juga: Riset Unpad Ungkap Pertarungan Narasi Papua di Media Digital pada Pemilu 2019 dan 2024

Modus penipuan digital 2025 banyak memanfaatkan kepanikan korban agar segera bertindak tanpa berpikir. Tetap tenang, verifikasi sumber pesan, dan jangan sembarangan mengklik tautan adalah kunci terhindar dari jebakan pelaku.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *