Daerah  

Akhir Pekan Bernilai: HMS Pastikan Balik Tanah Gratis untuk Petani Malaka

FB IMG 1763802477309 15895283

RaebesiNews.com – Akhir pekan biasanya menjadi waktu beristirahat bagi banyak orang. Namun bagi Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), hari libur justru menjadi kesempatan untuk kembali ke dunia yang membentuk dirinya sejak kecil: dunia pertanian.

Pada Sabtu yang cerah di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, HMS terlihat berdiri bersama para petani setempat. Mereka tampak akrab, berdiri tanpa jarak, dengan latar lahan luas yang sedang digarap. Di kejauhan, sebuah traktor bekerja memecah tanah, menandai bahwa program balik tanah gratis benar-benar sedang berlangsung untuk masyarakat desa tersebut.

Kunjungan HMS hari itu bukan sekadar lewat atau meninjau. Ia datang untuk memastikan langsung bahwa bantuan pemerintah untuk petani berjalan sebagaimana mestinya, tanpa pungutan biaya, tanpa janji kosong. Program balik tanah gratis ini disiapkan agar masyarakat bisa mengolah lahan dengan lebih mudah, lebih baik, dan lebih produktif.

“Ini untuk petani. Pemerintah harus hadir bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam tindakan. Kalau petani kuat, Malaka akan kuat,” kata HMS kepada warga.

Yang membuat suasana hari itu terasa lebih hangat adalah cara HMS berbaur. Ia tidak ditemani protokol berlebihan, tidak memakai formalitas yang kaku. Ia berbicara seperti seorang saudara, bukan pejabat. Dan memang begitulah dirinya, petani tulen yang kini dipercaya memimpin.

Sejak kecil, HMS hidup sangat dekat dengan tanah. Ia bertani, menanam berbagai tanaman, dan beternak ayam, kambing, babi, sapi, sampai mengurus tambak ikan bandeng. Kebiasaan itu tidak pernah ia tinggalkan bahkan ketika sudah menjadi Wakil Bupati. Baginya, bertani adalah identitas yang melekat, bukan sekadar cerita.

Karena itu, tidak mengherankan jika akhir pekannya ia gunakan untuk kembali melihat kebun, mengunjungi petani, dan memahami kebutuhan mereka. Hanya orang yang lahir dari tanah yang paham betul bagaimana kerasnya hidup petani.

Seorang petani tua yang hadir hari itu mengungkapkan rasa terima kasihnya. “HMS datang lihat sendiri kondisi kami. Bukan hanya bicara di kantor. Ini pemimpin yang benar peduli petani,” ujarnya sambil tersenyum.

Kunjungan sederhana itu meninggalkan kesan kuat. Tidak ada panggung besar, tidak ada publikasi berlebihan. Namun pesan yang dibawa sangat jelas: pembangunan Malaka dimulai dari desa, dari petani, dari mereka yang bekerja setiap hari untuk menghidupi keluarga.

HMS hadir bukan untuk pencitraan. Ia hadir karena ia tahu rasanya menggenggam cangkul, menanti hujan, dan menjaga tanah tetap subur. Ia tahu bahwa petani tidak butuh janji besar, yang mereka butuhkan adalah kehadiran nyata dan kebijakan yang memudahkan.

Di Lakekun Utara, HMS menunjukkan sekali lagi bahwa jati dirinya tidak berubah. Ia boleh duduk di kursi pemerintahan, tetapi kakinya tetap berpijak di tanah. Dan selama ia masih punya kesempatan, ia memilih untuk berdiri bersama petani, sumber kehidupan Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *