Dokter RSUPP Betun Ingatkan Bahaya Diabetes: Jangan Tunggu Komplikasi Baru ke Rumah Sakit

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
1779106071970.Screenshot 20260518 195708 scaled
RaebesiNews.com – Penyakit diabetes mellitus atau gula darah tinggi masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ironisnya, banyak pasien baru datang berobat ketika kondisi tubuh sudah mengalami komplikasi berat.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUPP Betun, dr. Melisa Pereira, mengatakan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih menganggap gula darah tinggi sebagai penyakit biasa sehingga tidak menjalani pengobatan secara disiplin ataupun rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Sebagian masyarakat masih menganggap gula darah tinggi itu hal biasa. Padahal kalau dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya,” kata dr. Melisa usai membawakan materi ilmiah bertajuk Hyperglycemic Crisis in Clinical Practice, Challenge and Solution di Garuda Hall, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, diabetes bukan sekadar penyakit gula darah tinggi, tetapi penyakit kronis yang perlahan dapat merusak berbagai organ tubuh apabila tidak dikontrol dengan baik.

Komplikasi diabetes, kata dia, dapat menyerang ginjal, jantung, mata, hingga menyebabkan luka berat pada kaki yang berujung amputasi.

Yang paling sering ditemukan di lapangan, lanjut dr. Melisa, adalah pasien menghentikan konsumsi obat setelah merasa kondisi tubuh mulai membaik.

“Kadang baru minum obat satu sampai dua hari, gula darah turun lalu dianggap sudah sembuh,” ujarnya.

Padahal, diabetes membutuhkan pengendalian jangka panjang bahkan seumur hidup agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak merusak organ tubuh secara perlahan.

“Walaupun minum obat atau menggunakan insulin, penyakit itu sebenarnya tidak hilang lagi, tetapi harus terus dikontrol,” katanya.

Selain kurang disiplin minum obat, dr. Melisa juga menyoroti masih banyak pasien yang memilih pengobatan alternatif tanpa melakukan pemeriksaan medis rutin. Akibatnya, pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah berat dan membutuhkan penanganan intensif.

“Kadang-kadang masih banyak juga yang memilih pengobatan alternatif. Akibatnya mereka datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah berat. Bahkan ada yang datang dengan gula darah sudah sampai 1000,” ungkapnya.

Salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan ialah luka pada kaki akibat kerusakan saraf karena diabetes. Kondisi tersebut membuat pasien tidak merasakan adanya luka sehingga infeksi semakin parah tanpa disadari.

“Kalau pasien diabetes kena luka biasanya mereka tidak sadar karena sarafnya sudah tumpul akibat diabetes,” jelasnya.

Sebagian besar pasien baru datang berobat ketika luka mulai membesar, kaki terasa sakit, atau muncul kram yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melihat tingginya kasus diabetes di Kabupaten Malaka, dr. Melisa menilai edukasi kesehatan kepada masyarakat harus terus diperkuat. Tenaga kesehatan diminta aktif mengingatkan pasien untuk rutin memeriksa gula darah dan tidak menghentikan pengobatan tanpa anjuran dokter.

Selain pengobatan, pola hidup sehat juga menjadi kunci utama mencegah diabetes maupun komplikasinya.

Masyarakat dianjurkan rutin berolahraga, mengurangi konsumsi makanan manis, membatasi makanan tinggi tepung, serta menjaga pola makan yang seimbang.

“Dengan pola hidup sehat seperti itu, risiko diabetes bisa ditekan,” katanya.

Dr. Melisa mengungkapkan jumlah pasien diabetes di RSUPP Betun saat ini tergolong tinggi. Bahkan hampir setengah pasien yang datang berobat ke poliklinik merupakan penderita diabetes.

“Hampir setengah pasien yang datang berobat di Poliklinik RSUPP Betun merupakan pasien diabetes,” tuturnya.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa diabetes bukan lagi penyakit yang bisa dianggap sepele. Penanganan sejak dini, disiplin berobat, dan kesadaran menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting agar masyarakat terhindar dari komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung