Air Irigasi Siap Layani Petani DI Malaka Sayap Kiri dan Kanan Benenai, Warga Diminta Olah Lahan dan Tanam Februari

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
IMG 20260131 WA0689 scaled

RaebesiNews.com – Ketersediaan air irigasi pada Daerah Irigasi (DI) Malaka Sayap Kiri dan Sayap Kanan Benenai dipastikan dalam kondisi aman dan siap melayani kebutuhan petani. Karena itu, petani pengguna DI Malaka diminta segera melakukan pengolahan lahan dan menyelesaikan penanaman padi paling lambat pada Februari 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) sebagai bagian dari pengaturan tata kelola air agar distribusi irigasi dapat berjalan optimal dan merata bagi seluruh petani, baik di wilayah hulu maupun hilir DI Malaka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS NT II melalui jajaran OP Satker OP, PPK OP, dan UPI Irigasi Malaka, Siprianus Nahak, mengatakan bahwa kondisi alam saat ini sangat mendukung aktivitas pertanian. Tidak adanya banjir kiriman membuat bendung irigasi dapat dioperasikan secara maksimal.

“Saat ini bendung bisa dibuka selama 24 jam karena tidak ada banjir kiriman. Kondisi ini sangat ideal untuk mendukung pengolahan lahan hingga masa tanam padi, sehingga petani tidak akan kekurangan air,” ujar Siprianus kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan bahwa BBWS NT II dalam posisi sangat siap melayani kebutuhan air irigasi bagi seluruh petani pengguna DI Malaka, baik di sayap kiri maupun sayap kanan. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Menurutnya, keseragaman jadwal tanam sangat penting untuk memudahkan pengaturan distribusi air irigasi, sehingga tidak terjadi ketimpangan layanan antarwilayah.

“Penjadwalan tanam yang serempak akan sangat membantu pengelolaan air. Air yang tersedia saat ini cukup untuk melayani seluruh petani dari hulu sampai hilir DI Malaka,” jelasnya.

Selain itu, Siprianus juga mengimbau petani agar ikut menjaga infrastruktur irigasi yang ada, terutama saluran-saluran sekunder, dan tidak melakukan penutupan saluran secara sepihak.

“Petani tidak perlu menutup saluran sekunder karena ketersediaan air sangat memadai. Yang terpenting adalah menjaga saluran tetap bersih dan berfungsi baik agar distribusi air berjalan lancar,” tegasnya.

Dengan kondisi air yang mencukupi dan cuaca yang bersahabat, BBWS NT II berharap musim tanam padi tahun ini di wilayah DI Malaka dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Malaka.

“Air yang ada bisa melayani semua petani di DI Malaka, baik sayap kiri maupun sayap kanan, dari hulu hingga hilir,” pungkas Siprianus.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung