SBS Serukan Perubahan Sikap Politik: Rangkul Semua, Bangun Malaka Bersama

Screenshot 20250601 100437 ChatGPT 3709335666 3

RAEBESINEWS.COM – Setelah hiruk – pikuk Pilkada 2024, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) mengeluarkan seruan moral dan politik yang kuat. 

Dalam sebuah pertemuan internal bersama jajaran tim dan relawan, SBS menekankan pentingnya perubahan sikap dan pendekatan dalam menjalankan roda pemerintahan. Tidak ada lagi sekat. Tidak ada lagi permusuhan politik. Yang ada hanyalah tugas bersama: membangun Rai Malaka demi rakyat.

Baca Juga: TP PKK Malaka Aktif di Munas VI Apkasi: Bertukar Pengalaman, Belajar Etika dan Public Speaking

“Kerja tim harus berubah. Jangan posisikan diri sebagai orang yang berkuasa, tetapi sebagai orang yang dipercaya. Karena kita ada dalam lingkaran yang sedang memimpin Malaka,” ujar SBS tegas.

Pernyataan ini menjadi penanda perubahan arah dan gaya kepemimpinan pasca-kontestasi politik. SBS mengajak seluruh komponen yang tergabung dalam barisan pendukungnya untuk meninggalkan cara kerja lama yang eksklusif dan mulai membangun relasi baru yang inklusif, yakni merangkul mereka yang dulu tidak berada dalam barisan yang sama.

Baca Juga: Gaun Tenun Malaka Menari di Minahasa: Pesona Dua Perempuan dalam Munas VI Apkasi

Dari Perseteruan Menuju Persatuan

Menurut SBS, Pilkada adalah bagian dari proses demokrasi. Perbedaan pilihan adalah hal wajar. Namun setelah pesta demokrasi selesai, semua anak Malaka harus kembali bergandengan tangan.

“Kita harus ajak orang-orang yang dulu tidak dengan kita untuk bersama-sama urus rakyat Indonesia yang ada di Rai Malaka. Mulai dari RT, dusun, desa hingga kecamatan. Jangan lihat mereka sebagai lawan, tapi sebagai sahabat,” katanya.

Lebih lanjut, SBS menegaskan bahwa cara pandang tim terhadap aparat desa juga harus berubah. Ia mengingatkan bahwa para kepala desa adalah pemimpin sah dan riil di wilayahnya masing-masing, dan harus dihormati sebagaimana mestinya.

“Tim tidak boleh menempatkan diri sebagai atasan para kepala desa. Duduk dan diskusilah dengan mereka. Bantu mereka urus desa masing-masing, karena rakyat yang mereka layani adalah keluarga kita juga,” ujar SBS.

Baca Juga: Kemenkes Rekrut Tenaga Kesehatan Untuk Penugasan Khusus, Mungkin Anda Memenuhi Syarat?

Tinggalkan Arogansi, Bangun Kepercayaan

SBS dengan tegas melarang segala bentuk pendekatan yang bernada ancaman atau tekanan terhadap kepala desa. Ia menyebut hal itu sebagai warisan gaya lama yang tidak cocok dengan semangat pemerintahan kolaboratif yang sedang dibangun.

“Omong baik-baik. Jangan arogan. Jangan ancam kepala desa. Mereka pasti dengar jika kita datang dengan hati baik. Ingat, mereka juga punya martabat dan tanggung jawab yang besar,” katanya mengingatkan.

Baca Juga: Perlindungan Guru dan Fasilitas Pendidikan: Langkah Strategis SBS-HMS di Malaka

SBS menyebut bahwa ukuran keberhasilan tim bukan pada seberapa banyak kekuasaan yang diraih, tetapi sejauh mana tim mampu mengajak semua elemen bersatu membangun desa demi kesejahteraan rakyat.

“Tim disebut sukses kalau bisa mengajak para kepala desa bersatu urus rakyat. Bukan untuk kepentingan politik, tapi untuk kemajuan desa dan masa depan Malaka,” tegasnya.

“Ayo Bangun Malaka!”: Dari Timur Untuk Indonesia

Seruan SBS ini bukan sekadar slogan kosong. “Ayo Bangun Malaka” telah menjadi semacam semboyan baru yang menggugah semangat kebersamaan dan pengabdian. Dalam visi besar SBS, membangun Malaka bukan hanya soal proyek dan program, tetapi tentang membangun kepercayaan, menyatukan langkah, dan menumbuhkan harapan baru dari desa.

“Dari desa, kita bangun Malaka. Dari Malaka, kita bangun NTT. Dan dari NTT, kita ikut bangun Indonesia. Ini bukan mimpi. Ini tugas kita semua,” pungkas SBS.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *