RaebesiNews.com – Suara keras datang dari Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Malaka, Inyo Molo, menanggapi aksi demonstrasi segelintir mahasiswa asal Malaka di Jakarta yang menyoroti status hukum Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Malaka.
Dengan nada tegas dan lantang, Inyo menegaskan: proses hukum harus dijalankan secara profesional, tanpa tekanan publik, tanpa provokasi politik, dan tanpa intervensi dari siapa pun.
“Kami hormati hukum, tapi jangan main hakim sendiri. Jangan ada pihak yang menunggangi situasi untuk menjatuhkan nama baik Ketua DPRD dan Partai Golkar Malaka. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Inyo Molo, Selasa (11/11/2025).
Golkar Bukan Partai Kecil, Ini Pohon Beringin Besar
Inyo mengingatkan semua pihak bahwa Partai Golkar di Kabupaten Malaka adalah kekuatan politik terbesar, dengan akar yang menjalar sampai ke kampung-kampung dan hati rakyat.
“Jangan anggap enteng kami. Golkar ini bukan partai kecil yang bisa digoyang isu. Ini pohon beringin besar yang akarnya dalam di tanah Malaka. Kami bisa diam, tapi kalau sudah bergerak, seluruh Malaka ikut bergetar,” ujarnya tajam.
Menurut Inyo, mereka yang mencoba memprovokasi publik lewat aksi-aksi di Jakarta harus paham peta politik dan sosial di daerah.
“Jangan duduk di Jakarta, lalu memanasi situasi di Malaka. Rakyat di sini tahu siapa pemimpinnya. Jangan benturkan rakyat dengan para pemimpinnya yang sedang bekerja untuk mereka,” seru Ketua AMPG Malaka itu.
Hukum dan Adat Wesei Wehali Lebih Tahu Kebenaran
Inyo juga mengingatkan bahwa masyarakat Malaka memiliki hukum adat Wesei Wehali yang menjunjung tinggi kehormatan dan keseimbangan.
“Kalau kita bicara Wesei Wehali, maka kita bicara tentang martabat. Di tanah Wesei Wehali, masalah besar diselesaikan dengan kepala dingin dan hati jernih, bukan dengan teriak di jalanan Jakarta,” katanya.
Golkar Diam Bukan Karena Takut, Tapi Karena Bermartabat
Ia menepis anggapan bahwa Partai Golkar dan organisasi sayapnya selama ini diam karena takut.
“Kami diam karena menghormati hukum. Tapi kalau ada yang coba-coba menekan atau memfitnah, kami siap berdiri di depan. Sejak Malaka mekar, Golkar selalu menang di bawah kepemimpinan Adrianus Bria Seran. Itu bukan kebetulan, itu kepercayaan rakyat,” tegas Inyo.
Ia juga meminta Polres Malaka agar tidak mudah terprovokasi oleh tekanan massa dari luar daerah.
“Kami tahu, ada upaya untuk mengacaukan Malaka lewat isu politik murahan. Tapi kami percaya aparat di Malaka cukup cerdas untuk tidak terseret permainan ini,” ujarnya lagi.
“Jangan Ganggu Pemerintahan yang Sedang Bekerja”
Menurut Inyo, aksi-aksi provokatif ini sejatinya bukan perjuangan moral, tapi manuver politik yang ingin mengganggu stabilitas pemerintahan di Malaka.
“Pemimpin kami sedang bekerja keras untuk rakyat. Jangan ganggu pemerintahan yang sedang membangun! Kami tahu siapa yang kerja, siapa yang hanya pandai menuduh,” tegasnya.
Tantangan untuk Mahasiswa: Berani Demo RS Pratama Wewiku dan Kasus Mangkrak Lain?
Nada suara Inyo makin meninggi saat menyinggung isu-isu pembangunan yang selama ini luput dari perhatian kelompok mahasiswa tersebut.
“Kenapa kalian tidak demo saat proyek RS Pratama Wewiku bermasalah dan sekarang ditangani Kejati NTT?” sergahnya.
“Kenapa tidak bersuara saat septic tank mangkrak, kantor bupati dibangun tanpa akses jalan, dan bantuan Seroja senilai 60 miliar lenyap tanpa hasil?”
Ia juga menyinggung soal jalan raya yang dulu rusak parah di banyak titik di Malaka.
“Dulu jalan-jalan berlubang, bukan diperbaiki malah ditutup drum. Tapi kalian diam! Jadi tolong, kalau mau bicara keadilan, jangan pilih-pilih kasus!” tandasnya keras.
Golkar Siap Pasang Badan
Di akhir pernyataannya, Inyo Molo mengirim pesan terakhir yang penuh peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba menggoyang Golkar dan Ketua DPRD Malaka.
“Kami akan pasang badan membela Ketua kami, Adrianus Bria Seran. Ini bukan soal individu, ini soal kehormatan partai dan rakyat yang sudah memberi kepercayaan. Jangan sentuh beringin, karena kalau beringin bergerak, angin politik di Malaka akan berubah arah,” tutupnya tajam.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





