Daerah  

Wakil Bupati Malaka Tinjau Saluran Air Longsor di Weoe: Harapan Baru bagi Petani

Screenshot 2025 09 01 20 33 17 69 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817 3111883480

RaebesiNews.com – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS) turun langsung ke lapangan meninjau saluran irigasi yang sudah belasan tahun longsor di Dusun Webadaen, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Senin (01/09/2025).

Saluran ini dulunya menjadi jalur utama pengairan ke areal persawahan di Desa Weoe yang cukup luas. Namun, sejak saluran tersebut putus, sawah-sawah di sekitarnya tidak lagi teraliri air. Banyak petani akhirnya memilih membiarkan lahan mereka terbengkalai karena sulitnya akses air.

“Kalau air tidak mengalir, sawah sebesar apapun tidak bisa ditanami. Selama belasan tahun, kami hanya bisa pasrah,” ungkap salah satu petani di lokasi.

Tinjauan Bersama DPRD dan Dinas Pertanian

Dalam peninjauan ini, HMS didampingi Plh. Kadis Pertanian Malaka, Lorens Bere, serta anggota DPRD Malaka dari Partai Perindo, Erwin Fransiskus Manek. Turut hadir Kepala Desa Weoe dan sejumlah petani pemilik lahan yang terdampak.

Anggota DPRD Erwin Fransiskus Manek yang berasal dari Dapil II Perindo, menjadi penghubung antara aspirasi petani dengan pemerintah daerah. Ia mengundang langsung wakil bupati agar kondisi saluran yang sudah lama rusak ini bisa segera ditangani.

“Kita ingin masalah yang sudah bertahun-tahun dibiarkan ini segera dicarikan solusi. Jangan sampai tanah yang subur tidak dimanfaatkan,” kata Erwin.

Solusi Darurat untuk Musim Tanam

Menanggapi kondisi tersebut, HMS menawarkan solusi cepat agar petani bisa segera memulai musim tanam.

“Solusinya, kita alirkan sementara pakai excavator mini milik Dinas Pertanian. Kita gali dan buatkan saluran tersier untuk para petani,” jelas HMS.

Namun, HMS menegaskan bahwa keberhasilan langkah ini membutuhkan dukungan penuh masyarakat. Tanah yang dilalui saluran harus mendapat izin dari para pemiliknya agar penggalian bisa segera dilakukan.

“Semua harus setuju supaya tanahnya dibolehkan untuk saluran tersebut. Supaya kita kerjakan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Para petani pun menyatakan sepakat, dan mereka berjanji akan bermusyawarah bersama kepala desa dalam waktu dekat untuk memastikan jalur saluran dapat dikerjakan.

Menghidupkan Kembali Lumbung Pangan

Kembalinya aliran air ke sawah-sawah Desa Weoe diharapkan bisa menjadi titik balik bagi pertanian di kawasan tersebut. Selama ini, Malaka dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di wilayah perbatasan. Namun, tanpa pengairan yang memadai, potensi itu tidak bisa tergarap maksimal.

Dengan terbukanya kembali saluran air, ratusan hektare sawah dapat dihidupkan kembali. Ini berarti ada peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen, menambah pendapatan, dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Di hadapan masyarakat, HMS juga memberikan dorongan moral agar petani giat menyambut musim tanam yang baru.

“Mari kita manfaatkan tanah yang ada, giat bertani, dan dukung bersama program pemerintah. Kita ingin Malaka tetap dikenal sebagai daerah lumbung pangan di perbatasan,” pungkasnya.

Kehadiran Wakil Bupati HMS di lokasi longsornya saluran irigasi membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Weoe. Setelah belasan tahun menunggu, kini ada titik terang agar sawah-sawah yang lama ditinggalkan bisa kembali menghasilkan.

Dengan kerja sama erat antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, Desa Weoe berpeluang kembali menjadi salah satu pusat produksi padi di Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *