RaebesiNews.com – Suasana ruang pertemuan Hotel Nusa Dua, Betun, terasa berbeda pada Jumat (14/11/2025) pagi. Para kepala desa dari seluruh penjuru Malaka duduk berdampingan dengan pendamping desa, perwakilan lembaga, serta para pegiat ekonomi lokal.
Di tengah mereka, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), berdiri membuka secara resmi Sosialisasi One Village One Product (OVOP), sebuah gerakan besar yang kini menjadi fokus pembangunan ekonomi berbasis desa di Nusa Tenggara Timur.
Menuju Malaka yang Produktif dan Kompetitif
Dalam sambutannya, Wabup HMS tidak sekadar membuka kegiatan, tetapi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan desa untuk mengubah cara pandang terhadap potensi lokal. Ia menjelaskan bahwa OVOP merupakan turunan langsung dari Dasa Cita Pertama Pemerintah Provinsi NTT: “Dari ladang dan laut ke pasar: Efisien, Modern, dan Aman.”
Menurutnya, konsep OVOP yang telah berkembang menjadi One Community One Product bukan sekadar label program, tetapi sebuah gerakan perubahan. Semua desa didorong untuk menemukan satu produk unggulan, produk yang benar-benar lahir dari kekuatan lokal masyarakat.
“NTT punya kekayaan alam yang luar biasa. Tugas kita adalah mengolahnya menjadi kekuatan ekonomi. Potensi non-tambang ini harus bergerak dari desa,” ujar HMS di hadapan para peserta.
Desa Harus Memetakan Potensi, Pemerintah Siap Mengawal
HMS menegaskan, hilirisasi potensi lokal tidak bisa berjalan tanpa langkah awal yang jelas. Karena itu, setiap desa diminta untuk mengidentifikasi, memetakan, dan mengelola potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk berdaya saing.
Begitu desa menemukan produk yang tepat, HMS meminta para kepala desa segera menyampaikan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar difasilitasi, baik melalui pendanaan, pelatihan, maupun pendampingan kelompok usaha.
“Koordinasi itu penting. Desa tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah ada untuk mem-backup,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran besar pendamping profesional yang selama ini menjadi jembatan antara gagasan dan implementasi. “Pendamping adalah motor pembangunan desa. Mereka harus mengawal dari proses identifikasi hingga lahirnya produk unggulan yang siap masuk pasar,” tambahnya.
Dihadiri Berbagai Unsur Penting
Kegiatan ini turut dihadiri oleh:
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang diwakili Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, Ir. Agustinus Bulu
Plh. Kadis PMD, Remigius A.Y Bria Seran
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Belu
Para pendamping desa
Seluruh kepala desa se-Kabupaten Malaka
Keberadaan unsur-unsur tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan produk unggulan desa memang membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.
Ajakan untuk Gerakan Bersama
Menutup sambutannya, Wabup HMS menyampaikan pesan kuat: pembangunan tidak dapat bergerak tanpa kekompakan. OVOP, katanya, adalah gerakan yang hanya akan berhasil jika setiap desa, setiap pendamping, dan setiap unsur pemerintahan bergerak dalam satu irama.
“Kita harus kompak membangun bangsa dan daerah ini. Malaka hanya akan maju jika desanya kuat. Mari kita wujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera berkelanjutan,” tegasnya.
Sosialisasi ini bukan sekadar acara formal, tetapi titik awal bagi desa-desa di Malaka untuk menunjukkan jati diri mereka melalui produk unggulan yang mampu menembus pasar lokal, nasional, bahkan internasional. OVOP bukan lagi slogan, tetapi masa depan ekonomi desa yang mulai dibangun dari hari ini.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











