Daerah  

Musrenbang RPJMD: SBS-HMS Bangun Tiga Jembatan Prioritas, Bukan Wacana Benenai II

Screenshot 20250711 135822 Gallery 1986821320

RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) kembali menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan infrastruktur yang berpihak pada kebutuhan rakyat.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) tahun 2025–2029, terungkap bahwa tiga strategi jembatan siap dibangun: Jembatan Numponi, Boen, dan Numbei.

Musrenbang yang digelar di Betun itu dipimpin oleh Wakil Bupati HMS dan dipandu oleh Sekretaris Daerah Malaka. Bupati SBS juga hadir dan memberikan Berbagai penutup yang menekankan pentingnya pembangunan yang benar-benar menyentuh kehidupan rakyat.

Tolong. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens Haba, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur jembatan menjadi salah satu prioritas dalam periode kepemimpinan SBS-HMS. Jembatan ketiga itu dinilai penting karena menghubungkan wilayah yang selama ini terlindungi terutama saat musim hujan dan banjir.

Saat sesi diskusi, Bupati SBS menyinggung soal wacana lama Jembatan Benenai II yang pernah bergulir di masa pemerintahan sebelumnya namun tak pernah terealisasi.

“Kalau Jembatan Benenai II?” tanya SBS.

Lorens Haba menjawab dengan tenang namun penuh makna:

“Itu hanya jadi kenangan. Kemarin adalah sejarah, hari ini kepastian, dan besok adalah harapan.”

Pernyataan itu menyatakan bahwa proyek Jembatan Benenai II sebenarnya hanya sebatas wacana belaka di masa lalu, tanpa perencanaan dan pelaksanaan yang konkret.

Dalam sambutannya, Bupati SBS menjelaskan bahwa keputusan membangun jembatan bukan sekedar urusan teknis, melainkan panggilan hati nurani untuk menyelamatkan nyawa dan memperbaiki akses pelayanan dasar.

Ia mengisahkan pengalaman pribadi yang menyentuh, saat anak yang adalah seorang dokter mengetuk pintu ruangan tengah malam.

“Saya pernah diketuk pintu oleh dr. Umbu. Ia bilang, ‘Bapak, tolong bangun Jembatan di Boen. Saya baru tunggu banjir surut tengah malam supaya pasien bisa diselamatkan.’ Untung saja ibu dan anak itu berhasil dioperasi,” tutur SBS.

Menurutnya, penderitaan rakyat bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, namun kenyataan yang harus dijawab dengan kerja nyata.

“Saya dan Pak Wakil Bupati jalan kaki dan motor ke semua desa. Kami melihat dan mendengar langsung keluhan rakyat. Maka jangan main-main urus rakyat ini,” tegas SBS.

Musrenbang RPJMD kali ini bukan hanya rutinitas administratif, tetapi titik awal untuk mempercepat pembangunan Malaka yang lebih merata dan manusiawi. Pembangunan tiga jembatan prioritas menjadi simbol kerja nyata SBS-HMS dalam menjembatani harapan dan kebutuhan masyarakat, bukan janji kosong seperti proyek-proyek fiktif di masa lalu.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *