Agustinus Nahak Minta BPBD NTT Tambah Buffer Stok Logistik Antisipasi Banjir Malaka Juni–Juli 2026

1779813065504.Screenshot 20260527 002944
banner 468x60

Kupang –

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Agustinus Nahak meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT untuk kembali menambah buffer stok logistik guna mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Malaka pada periode Juni hingga Juli 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
banner 336x280

Permintaan tersebut disampaikan Agustinus Nahak di Kupang, Rabu (27/5/2026), menyusul tingginya kerawanan bencana hidrometeorologi di wilayah Malaka dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Agustinus, Komisi V DPRD NTT yang bermitra dengan BPBD telah melakukan langkah antisipasi bencana sejak akhir tahun 2025. Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi segera memperkuat cadangan logistik kebencanaan di Kabupaten Malaka.

“Saya minta BPBD Provinsi NTT menambah buffer stok logistik guna mengantisipasi banjir dan longsor pada Juni sampai Juli 2026. Bulan-bulan tersebut sangat rentan terjadi bencana,” ujar Agustinus Nahak.

Ia menjelaskan, sebelumnya BPBD Provinsi NTT telah menyalurkan bantuan buffer stok berupa beras sebanyak 1,8 ton dan 26 lembar terpal kepada BPBD Kabupaten Malaka.

Bantuan tersebut telah didistribusikan sejak Desember 2025 untuk beras, sementara terpal dikirim pada awal Mei 2026 dan kini tersimpan di gudang logistik BPBD Kabupaten Malaka.

“Terkait longsor di Kereana, saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BPBD Provinsi NTT melalui Sekretaris BPBD, Bapak Yohanes Yakadosi. Buffer stok sudah disiapkan lebih awal sehingga ketika bencana terjadi, bantuan bisa langsung disalurkan kepada masyarakat terdampak,” katanya.

Agustinus menegaskan, langkah antisipatif sangat penting agar penanganan korban bencana tidak terlambat, terutama di daerah-daerah rawan longsor dan banjir di Kabupaten Malaka.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, telah ditangani oleh BPBD Kabupaten Malaka melalui penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.

BPBD Kabupaten Malaka diketahui telah menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 500 kilogram kepada masyarakat korban longsor.

Komisi V DPRD NTT berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus diperkuat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Malaka yang setiap tahun masuk kategori daerah rawan banjir dan longsor.

Editor : Boni Atolan

banner 336x280

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung