RaebesiNews.com – Timor Leste adalah sebuah negara kecil di Asia Tenggara yang dulunya dikenal sebagai Timor Timur. Negara ini kini bernama Republik Demokratik Timor-Leste dan memiliki institusi kepolisian nasional yang dikenal dengan nama Policia Nacional de Timor Leste (PNTL).
Meski masih tergolong muda sebagai negara merdeka, Timor Leste telah menunjukkan sistem keamanan yang tangguh. Salah satu buktinya adalah sikap profesional dan humanis dua personel PNTL yang bertugas mengawal rombongan jurnalis dari Indonesia selama kegiatan Festival Frontrera di Maliana.
Perjalanan dari Malaka ke Maliana
Perjalanan dimulai dari Kabupaten Malaka, Indonesia, menuju Maliana, Timor Leste, pada 15 November 2023. Rombongan melewati PLBN Motaain di Kabupaten Belu. Setelah menyelesaikan prosedur administrasi lintas batas yang cukup memakan waktu, rombongan akhirnya tiba di Maliana sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Di kota kecil tersebut, Pemerintah Timor Leste telah menyediakan akomodasi gratis bagi para jurnalis. Tidak hanya itu, seluruh kebutuhan logistik mereka selama dua hari ditanggung sepenuhnya.
Dua Polisi, Dua Sosok Teladan
Menariknya, dua personel PNTL — Nelvio Soares dan Martinho Pereira — ditugaskan khusus untuk menjaga para jurnalis. Mereka hadir di setiap titik aktivitas, mulai dari penginapan, acara, hingga tempat makan.
Keduanya memperlakukan tamu negara seperti pejabat tinggi. Salah satu jurnalis bahkan berkomentar bahwa dirinya tidak pernah merasa seistimewa itu, bahkan di tempat asalnya sendiri.
Sikap penuh tanggung jawab dan dedikasi mereka sangat terasa ketika keduanya bergantian berjaga sepanjang malam, memastikan keamanan rombongan.
BBM untuk Mobil Rental: Diselesaikan dengan Hati
Salah satu tantangan muncul ketika diketahui bahwa tiga mobil rental yang digunakan rombongan tidak termasuk dalam daftar kendaraan yang mendapatkan jatah BBM gratis. Para sopir pun cemas karena persediaan bahan bakar mulai menipis.
Martinho Pereira, dengan sigap, menghubungi panitia Festival Frontrera dan memastikan agar ketiga mobil tersebut mendapatkan kupon BBM. Usahanya membuahkan hasil, dan mobil-mobil itu pun dapat mengisi bahan bakar secara gratis pada sore harinya.
Mobil Mogok: Polisi Tak Tinggal Diam
Saat hendak kembali ke Indonesia, salah satu mobil rombongan mengalami kerusakan berat — tali kipasnya putus, dan tidak ada suku cadang tersedia di bengkel setempat.
Dua polisi Timor Leste itu kembali menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka turun tangan membantu mencari suku cadang, bahkan hingga dua kali harus membeli ulang karena yang pertama gagal.
Dengan kerja sama luar biasa antara sopir dan para polisi, mobil akhirnya dapat diperbaiki menggunakan suku cadang alternatif dan modifikasi kreatif.
Sikap tanggap, rendah hati, dan penuh tanggung jawab dari dua anggota PNTL ini telah meninggalkan kesan mendalam. Mereka bukan hanya aparat keamanan, tapi juga menjadi contoh nyata pelayanan publik yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Dari pengalaman ini, para jurnalis Indonesia belajar bahwa perbedaan negara tidak menghalangi persaudaraan. Justru sebaliknya, dari kerendahan hati dan kepedulian, muncul rasa hormat dan kekaguman.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





