Henri Melki Simu: Pemimpin yang Merangkul Semua Iman dan Hati Rakyat Malaka

FB IMG 1763001957829 3190089220

RaebesiNews.com – Di Kabupaten Malaka, nama Henri Melki Simu (HMS) tidak hanya dikenal sebagai Wakil Bupati, tetapi juga sebagai sosok yang dicintai lintas agama, suku, dan ras. Ia bukan sekadar pejabat, tetapi figur kebapakan yang menebar kasih dan ketulusan di setiap langkahnya.

Sebagai seorang Kristen Protestan yang taat, HMS menjalani imannya dengan hati terbuka. Ia sangat dekat dengan para pastor Katolik di Malaka, bukan hanya secara formal, tetapi dalam persahabatan yang hangat dan tulus.

Dalam banyak kesempatan, para pastor sering datang berkunjung ke Taman Eden, tempat peristirahatan milik HMS yang terletak di pinggir Pantai Motadikin, Kecamatan Malaka Barat.

Taman Eden bukan sekadar tempat indah dengan pemandangan laut biru dan semilir angin tropis yang lembut. Ia telah menjadi ruang persaudaraan lintas iman, tempat di mana batas agama memudar, berganti dengan tawa, cerita, dan nyanyian bersama.

Di bawah naungan pohon rindang, HMS dan para pastor sering duduk melingkar, menyantap makanan sederhana sambil berdiskusi tentang banyak hal: pembangunan, iman, dan kehidupan rakyat kecil. Di sela-sela perbincangan itu, selalu hadir satu hal istimewa: “Sumur Yakob”, minuman khas Taman Eden yang terkenal di kalangan tamu HMS.

“Sumur Yakob” bukan sekadar minuman. Ia menjadi simbol keramahan dan persahabatan. Dihidangkan langsung oleh HMS dengan canda khasnya, minuman itu menghadirkan suasana akrab tanpa formalitas.

“Kalau sudah minum Sumur Yakob, semua jadi saudara,” ujar HMS sambil tertawa suatu sore di Taman Eden, disambut tawa renyah para pastor yang duduk di sekelilingnya.

Mereka makan bersama, bernyanyi bersama dan sesekali menatap matahari terbenam di ufuk barat Motadikin. Momen seperti itu begitu langka, tapi di tangan HMS, menjadi nyata.

Bagi HMS, inilah makna sejati kepemimpinan: merangkul, bukan memisahkan; mendengar, bukan menghakimi. Ia percaya bahwa pemimpin sejati tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun hati dan kepercayaan.

Tak heran jika HMS dicintai oleh masyarakat Malaka tanpa memandang agama, suku, atau ras.
Orang Katolik mencintainya karena ketulusannya. Umat Muslim menghormatinya karena kedekatannya yang jujur. Sesama Protestan bangga karena ia membawa wajah kekristenan yang ramah dan damai.

Dalam setiap langkahnya, HMS menegaskan bahwa keberagaman adalah kekayaan, bukan perbedaan. Ia mencontohkan bagaimana kasih dan persaudaraan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana, segelas “Sumur Yakob”, sepotong lagu di bawah pohon, dan tawa bersama di tepi pantai Motadikin.

“Pak HMS itu bukan hanya pemimpin, tapi sahabat semua orang,” kata seorang pastor. “Di Taman Eden, kami tidak melihat perbedaan agama. Kami hanya melihat kasih yang nyata.”

Begitulah sosok Henri Melki Simu, pemimpin yang beriman, bersahabat lintas agama, dan dicintai oleh semua kalangan. Di tengah dunia yang mudah terpecah oleh perbedaan, ia memilih menjadi jembatan yang menyatukan, dengan segelas Sumur Yakob dan hati yang selalu penuh cinta untuk Malaka.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *