RaebesiNews.com – Akses gerbang SMP Negeri Fahiluka yang sempat disegel pada pagi hari akhirnya kembali dibuka sore harinya setelah Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS) turun langsung menemui pemilik lahan sekaligus pengajar di sekolah tersebut, Yanuarius Anton Nahak.
Penyegelan dilakukan Anton Nahak sebagai bentuk kekecewaan karena namanya tidak tercantum dalam daftar peserta yang lolos PPPK paruh waktu yang baru-baru ini diumumkan oleh BKN melalui BKPSDM Kabupaten Malaka.
Menurut Anton, ia telah mengabdi belasan tahun sejak SMPN Fahiluka didirikan. Karena itu, dirinya merasa wajar untuk berharap bisa masuk dalam formasi PPPK.
“Saya kecewa karena sudah lama mengabdi, tapi nama saya tidak ada dalam pengumuman. Padahal saya ikut membangun sekolah ini dari awal,” ungkap Anton saat berdiskusi dengan Wabup HMS.
HMS Beri Penjelasan dan Harapan Baru
Wakil Bupati HMS yang hadir bersama Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malaka, Manfred Laak, mendengarkan langsung keluhan Anton.
Dalam pertemuan itu, HMS menjelaskan bahwa seluruh tenaga honorer, termasuk Anton dan rekan-rekannya, akan tetap diakomodir dalam skema PPPK. Hanya saja, proses rekrutmen dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Bapak Bupati SBS saat ini sedang berada di Jakarta, langsung ke BKN untuk melobi agar ada tahap II rekrutmen. Kalau pun tidak bisa, tahun depan seluruh tenaga honorer yang belum masuk akan tetap diakomodir,” tegas HMS.
HMS juga menambahkan bahwa BKN sudah memberikan jaminan terkait PPPK paruh waktu ini, sehingga para pengabdi pendidikan tidak perlu khawatir.
Segel Dibuka, Aktivitas Sekolah Kembali Normal
Penjelasan dari Wakil Bupati HMS membuat Anton Nahak merasa lebih tenang. Ia kemudian sepakat untuk membuka kembali segel gerbang sekolah yang sempat dipasang pada pagi harinya.
“Paling tidak, sekarang ada harapan. Kami percaya pemerintah tidak akan menutup mata terhadap nasib kami,” ujar Anton.
Dengan dibukanya segel, aktivitas belajar mengajar di SMPN Fahiluka kembali berjalan normal.
Pemerintah Pastikan Perhatian untuk Tenaga Honorer
Kasus di SMPN Fahiluka menjadi cermin betapa pentingnya komunikasi dan perhatian pemerintah terhadap tenaga honorer di daerah.
Kehadiran langsung Wakil Bupati HMS membuktikan komitmen pemerintah daerah untuk mendengar, mencari solusi, dan memberikan kepastian bagi para guru yang sudah lama mengabdi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





