Tiga Pilar Pembangunan SBS: Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian Harus Jadi Prioritas

Screenshot 20250622 143329 Gallery 2225515067

RaebesiNews.com – Dalam pidatonya yang penuh penekanan dan arah pembangunan jangka panjang, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), kembali menegaskan arah kebijakan pemerintahannya: jika ingin Malaka maju, maka tiga sektor utama, pendidikan, kesehatan, dan pertanian, tidak boleh ditawar.

Pidato tersebut disampaikan SBS di hadapan 188 Kepala Sekolah Dasar (SD) yang baru saja dilantik di Pantai Taberek, Jumat (19/06/2025). Dalam suasana alam terbuka yang menyatu dengan debur ombak Samudera Hindia, SBS memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali menyampaikan roh pembangunan Kabupaten Malaka.

Baca Juga: Biaya RS Pratama Wewiku Tembus Rp44,95 M, Lebih Mahal dari RS Pratama Kualin yang Bertingkat

“Orang akan belajar dengan baik apabila dia sehat dan tidak lapar,” ucap SBS lantang, disambut tepuk tangan para kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat yang hadir.

Pernyataan tersebut bukan sekadar ungkapan normatif, tapi menjadi filosofi kebijakan yang konsisten dibawa SBS sejak awal kepemimpinannya.

Menurutnya, pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Ia saling bertaut erat dengan kesehatan dan ketersediaan pangan, terutama bagi masyarakat desa yang menjadi tulang punggung Kabupaten Malaka.

Baca Juga: Pelantikan Kepala Sekolah di Pantai Taberek: Bupati SBS Sebut Momentum Terhormat dan Berkualitas

Pendidikan: Pintu Masuk Menuju Perubahan

Bagi SBS, pendidikan adalah jalan paling beradab untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan keterbelakangan. Karena itu, ia menempatkan guru sebagai ujung tombak peradaban di kampung-kampung.

Pemindahan dan pelantikan kepala sekolah bukan sekadar rotasi jabatan, tapi bagian dari upaya serius membenahi manajemen pendidikan hingga ke pelosok desa.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi pemimpin mini di sekolah. Kalau kepala sekolahnya bagus, manajemennya bagus, siswanya pasti ikut berkembang,” ujar SBS dalam pidato tersebut.

Dengan membenahi manajemen sekolah dan menempatkan orang-orang yang tepat, SBS berharap kualitas pendidikan dasar di Malaka bisa melonjak.

Baca Juga: RS Pratama Wewiku Jadi Fokus Kejati NTT, Sita Beberapa Dokumen Penting, Diduga Markup Harga Gila-gilaan

Ia menyadari, tanpa pendidikan yang merata dan berkualitas, maka bonus demografi hanya akan menjadi beban jangka panjang.

Kesehatan: Fondasi Bagi Daya Saing

SBS menekankan bahwa tidak ada pendidikan yang bermutu tanpa tubuh yang sehat. Karena itu, program pelayanan kesehatan gratis cukup dengan e-KTP tetap menjadi prioritas.

Pemerintah Kabupaten Malaka menyediakan obat-obatan, dokter, dan fasilitas kesehatan yang layak agar seluruh masyarakat bisa mengakses layanan tanpa hambatan ekonomi.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, SBS bahkan menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar, bukan barang dagangan. Maka pelayanan gratis bukan sekadar kebijakan politis, tapi moralitas dalam memanusiakan warga.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Salam: Makna Hormat SBS di Bibir Samudera Hindia

Pertanian: Nafas Ekonomi Rakyat

Malaka adalah kabupaten agraris. Maka, sektor pertanian menjadi urat nadi ekonomi rumah tangga masyarakat. SBS dan wakilnya, Henri Melki Simu (HMS), terus mendorong modernisasi pertanian, optimalisasi saluran irigasi dari Bendung Benenain, serta pendampingan bagi petani.

“Kalau rakyat lapar, bagaimana mungkin mereka bisa sekolah dengan tenang? Bagaimana mungkin bisa berpikir jernih? Karena itu, pertanian harus kuat,” tegas SBS.

Pemerintah bahkan telah menyediakan traktor gratis, pupuk bersubsidi, serta pelatihan untuk petani milenial.

Visi ke depan adalah menjadikan Malaka sebagai lumbung pangan cerdas, yang mampu memberi makan rakyatnya sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan regional.

Baca Juga: Gotong Royong di Dusun Tabene, Penjabat Desa Umakatahan Pimpin Aksi Bersihkan PAUD Maria Helena

Menuju Malaka Emas

Pidato SBS di Pantai Taberek bukan sekadar seremonial, melainkan peta jalan pembangunan yang konsisten dan terukur. Dalam setiap penggal kalimatnya, SBS tampak tak ingin membiarkan Malaka berjalan tanpa arah.

Tiga pilar, pendidikan, kesehatan, dan pertanian, bukan slogan kosong, tapi menjadi kompas pembangunan. Ketiganya akan menjadi fondasi yang menopang Malaka menuju kabupaten maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Kalau mau Malaka ini benar-benar maju, maka tiga hal itu harus dikerjakan tanpa kompromi,” tutup SBS.

Baca Juga: Penjabat Desa Angkaes Turun Tangan Timbun Jalan Rusak di Dusun Atokama

Dalam era di mana banyak pemimpin terjebak dalam gimik dan pencitraan, kejelasan visi seperti yang ditunjukkan oleh SBS adalah aset langka.

Ia tahu betul bahwa membangun daerah bukan perkara satu malam. Tapi dengan fondasi yang kokoh, Malaka perlahan namun pasti, sedang berjalan menuju masa depannya yang lebih cerah.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *