Keracunan Massal Bayangi Program MBG, Begini Respons Tegas Presiden Prabowo

Screenshot 20250928 123214 Chrome 3403614770

RAEBESINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap maraknya dugaan kasus keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Meski baru kembali dari kunjungan luar negeri, Prabowo langsung memantau perkembangan isu ini.

Ia menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta sejumlah pejabat terkait untuk membahas persoalan tersebut.

Baca Juga: ASN Baru Wajib Tahu! Ini Bekal yang Diminta Kepala BKN

“Saya baru dari luar negeri tujuh hari, saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” kata Prabowo di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Optimistis Cari Jalan Keluar

Prabowo menyebut program MBG menyasar puluhan juta anak dan masyarakat yang membutuhkan. 

Baca Juga: Tak Sekadar Jamuan Istana, Inilah Makna Pertemuan Prabowo dan Raja-Ratu Belanda

Karena cakupannya sangat besar, ia menilai wajar jika ada hambatan di lapangan. Meski begitu, ia optimistis semua kendala bisa diatasi.

“Untuk memberi makan sekian juta orang, pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi,” ujarnya.

Akui Jadi Masalah Besar

Baca Juga: Rotasi Besar di Polri: 60 Perwira Dimutasi, Kapolda hingga Dankorbrimob Berganti

Presiden mengakui kasus dugaan keracunan dalam program MBG merupakan masalah besar.

Namun, ia yakin pemerintah mampu menyelesaikannya dengan baik.

“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga: Kenapa PM Kanada Kutip Pidato Prabowo di PBB? Ini Alasannya

Ingatkan Agar Tidak Dipolitisasi

Lebih jauh, Prabowo mewanti-wanti agar persoalan ini tidak dijadikan bahan politisasi.

Menurutnya, tujuan utama MBG adalah membantu anak-anak Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan makanan bergizi.

“Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan Makan Bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Banyak dari mereka hanya makan nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi,” jelasnya.***

Baca Juga: Bikin Haru, Murid Tunanetra Antusias Belajar dengan Smart Board Baru

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *