RAEBESINEWS.COM – Penerbit Buku Kompas resmi meluncurkan buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946 karya HMU Kurniadi dan Jimmy S. Harianto di Kompas Institute, Jumat (8/8/2025).
Buku ini mengupas perjalanan hidup Margono Djojohadikusumo kakek Presiden RI Prabowo Subianto sebagai tokoh perintis ekonomi nasional, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, dan penggagas pencetakan Oeang Republik Indonesia (ORI).
Menjaga Memori Kolektif Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik peluncuran buku tersebut. Ia menegaskan bahwa Margono mewariskan dua hal penting bagi bangsa Indonesia: pendirian BNI 1946 dan gerakan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi pasca-kemerdekaan.
Baca Juga: Riset Unpad Ungkap Pertarungan Narasi Papua di Media Digital pada Pemilu 2019 dan 2024
“Selamat kepada Mas Jimmy dan Mas Kurniadi. Semoga buku ini menjadi bagian penting dalam menjaga memori kolektif bangsa,” kata Fadli.
Relevansi Gagasan Margono di Era Kini
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menilai prinsip perbankan Margono yang berpihak pada rakyat sangat relevan dengan tantangan saat ini.
“Margono mengajarkan bahwa lembaga keuangan harus menjadi alat pemerataan kesejahteraan, bukan sekadar mesin keuntungan. Prinsip itu kami terjemahkan dalam kebijakan perumahan, khususnya skema kredit rumah murah,” ujarnya.
Baca Juga: Unhas Perkuat Kompetensi Mahasiswa lewat Kuliah Terintegrasi Dunia Usaha dan Industri
Usulan Gelar “Bapak Uang Republik Indonesia”
Wakil Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari mengungkapkan, Margono tidak hanya mendirikan BNI tetapi juga memimpin pencetakan uang pertama Republik Indonesia, ORI, pada masa awal kemerdekaan.
“Menghadirkan uang Republik bukan sekadar soal transaksi, tetapi harga diri dan kemerdekaan. Layak jika negara memberi penghormatan formal sebagai Bapak Uang Republik Indonesia,” ujar Qodari.
Inspirasi untuk BNI dan Generasi Muda
Baca Juga: Kunjungi ITB, Prabowo Ajak Ilmuwan Fokus Kembangkan Riset Nasional
Perwakilan keluarga, Mora Dharma Silitonga, menyampaikan bahwa Margono selalu mengajarkan nilai kebermanfaatan bagi rakyat di atas kepentingan pribadi.
Sementara itu, Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengaku terinspirasi oleh pernyataan Margono pada 1946: “Bangsa ini butuh bank sendiri bukan hanya untuk menghitung uang, tetapi untuk menyusun harga diri.”
Riset Mendalam dan Pesan Kebangsaan
Penulis HMU Kurniadi menjelaskan riset buku ini memakan waktu lebih dari setahun melalui penelusuran arsip sejarah dan wawancara.
Baca Juga: Kejati Sumsel Sita Uang Rp506 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank Plat Merah
Jimmy S. Harianto menambahkan bahwa semangat Margono yang menolak ketergantungan pada kekuatan asing relevan untuk generasi sekarang.
Wakil Pemimpin Umum Kompas, Paulus Tri Agung Kristanto, menyebut buku ini sebagai sumber rujukan penting untuk memahami fondasi perekonomian Indonesia di era kemerdekaan.
Peluncuran buku diakhiri dengan penandatanganan dan sesi foto bersama. Buku ini kini tersedia di toko buku seluruh Indonesia dan platform daring.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





