Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Malaka: Mari Gerakkan Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah

Screenshot 20250614 190223 WhatsApp 363879723

RaebesiNews.com – Wakil Ketua Pokja  Bunda PAUD Kabupaten Malaka, Early, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah, Sabtu (14/6/2025), di gerai Dekranasda Kabupaten Malaka, Wehali. 

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabid PAUD dan PNF, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malaka, pengurus Pokja PAUD, serta sejumlah pegiat pendidikan anak usia dini dari berbagai kecamatan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Pendidikan anak usia dini bukan sekadar program, tetapi langkah strategis menyelamatkan masa depan generasi kita,” tegas Early dalam sambutannya.

Baca Juga: Setahun RS Pratama Wewiku Mangkrak, Aktivis Malaka Diam Membisu Tak Punya Nyali

Fokus pada Generasi Emas: PAUD adalah Fondasi Awal

Early menyampaikan bahwa program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah merupakan kebijakan nasional yang diperkuat dengan Permendikbudristek Nomor 1 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan. 

Program ini mewajibkan anak usia dini untuk menempuh pendidikan minimal satu tahun sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD).

Adapun tujuannya antara lain:

Meningkatkan kesiapan anak secara fisik, emosional, sosial, dan kognitif;

Mengurangi angka kesulitan belajar dan putus sekolah;

Meningkatkan kesetaraan akses terhadap pendidikan dasar berkualitas.

“PAUD bukan pilihan. PAUD adalah kebutuhan untuk membekali anak-anak kita dengan pondasi kehidupan,” ujar Early.

Baca Juga: Pemimpin yang Merapikan Dasi: SBS Sosok Teladan dan Ayahnya Orang Malaka

Bunda PAUD: Penggerak dan Jembatan Masyarakat

Menurut Early, Bunda PAUD di setiap tingkatan, kabupaten, kecamatan, hingga desa, memegang peran strategis sebagai penggerak, penghubung masyarakat, dan pelopor perubahan pola pikir orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Mari kita turun ke dusun-dusun, ajak orang tua bicara dari hati ke hati. Akses pendidikan tidak boleh hanya berhenti di kota,” katanya.

Baca Juga: Tanggul Laut Pantura Siap Dibangun, Prabowo: Tak Lagi Sekadar Wacana!

Tantangan Masih Ada, Tapi Harapan Lebih Besar 

Dalam kesempatan itu, Early juga mengungkapkan sejumlah tantangan di lapangan:

Minimnya lembaga PAUD di daerah terpencil;

Kualitas pendidik PAUD yang belum merata;

Rendahnya kesadaran masyarakat;

Terbatasnya anggaran operasional.

Namun menurutnya, tantangan ini hanya bisa diatasi lewat kolaborasi lintas sektor. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu mengejar target 80% partisipasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah di Malaka.

Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Tinjau Saluran Air hingga Tengah Malam: Bukti Nyata Pemerintahan Hadir untuk Rakyat

Ajak Semua Bergerak: Dari Rumah ke Ruang Kelas

Di akhir sambutannya, Early menyampaikan terima kasih kepada Kadis Pendidikan, Kabid PAUD, dan seluruh narasumber yang telah hadir dan berkomitmen meningkatkan kualitas PAUD di Malaka.

Ia juga mengimbau agar pengurus Pokja PAUD yang hadir menyebarluaskan hasil kegiatan ini secara berjenjang ke seluruh Bunda PAUD Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Malaka.

“Dari PAUD, kita bentuk masa depan Malaka. Dari pelukan pertama, kita mulai membangun generasi emas Indonesia.”***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung