RaebesiNews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mewacanakan pembangunan 300 ribu jembatan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar akses masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
Wacana besar tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APKASI XVII di Kota Batam, Selasa, 20 Januari 2026, di hadapan para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Menurut Mendagri Tito, jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, petani, dan warga desa yang selama ini terhambat akses akibat kondisi geografis.
Menariknya, jauh sebelum wacana pembangunan ratusan ribu jembatan itu disampaikan Presiden Prabowo, Pemerintah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah lebih dulu bergerak.
Saat ini, Pemkab Malaka sementara membangun Jembatan Gantung Numbei yang berlokasi di Desa Kateri, Dusun Numbei, Kecamatan Malaka Tengah.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, menyambut baik wacana Presiden Prabowo tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung di Numbei merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Jembatan ini memang kami rancang khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, dengan prioritas utama anak-anak sekolah dan para petani yang membawa hasil pertaniannya ke kota,” ujar Bupati SBS.
Selama ini, warga Dusun Numbei dan sekitarnya harus menghadapi risiko tinggi saat menyeberangi sungai, terutama pada musim hujan. Kondisi ini kerap menghambat aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Pembangunan Jembatan Gantung Numbei diprediksi akan rampung pada Februari 2026. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi konkret yang membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga.
“Kalau akses terbuka, anak-anak bisa sekolah dengan aman, petani bisa menjual hasil kebun dengan lebih cepat dan murah. Ini soal keadilan pembangunan,” tambah SBS.
Langkah yang dilakukan Pemkab Malaka ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu menunggu program besar dari pusat. Inisiatif lokal yang tepat sasaran justru menjadi fondasi kuat dalam menyambut kebijakan nasional.
Dengan rampungnya Jembatan Gantung Numbei, Malaka menegaskan diri sebagai daerah yang siap menyambut visi besar Presiden Prabowo Subianto: Indonesia yang terhubung, adil, dan berpihak pada rakyat kecil.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











