RaebesiNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali ditegaskan oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada keselamatan pasien, pendekatan kemanusiaan, serta percepatan penanganan masalah kesehatan masyarakat, khususnya kasus gizi buruk dan kesehatan ibu serta anak.
Dalam arahannya kepada seluruh tenaga kesehatan, HMS menekankan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan sebuah pengabdian yang harus dilakukan dengan hati, empati, dan keikhlasan.
“Tenaga kesehatan harus melayani masyarakat dengan tulus dan tanpa membedakan latar belakang pasien. Setiap warga yang datang ke fasilitas kesehatan berhak memperoleh pelayanan yang berkualitas dan manusiawi,” tegas HMS.
Prioritaskan Penanganan Gizi Buruk dan Kesehatan Ibu-Anak
Salah satu fokus utama yang disampaikan Wakil Bupati adalah penguatan strategi jemput bola dalam menangani kasus gizi buruk dan memantau kesehatan ibu hamil.
Menurut HMS, tenaga kesehatan tidak boleh hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas harus aktif melakukan penelusuran kasus di wilayah kerja masing-masing melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah desa, kader posyandu, dan keluarga pasien.
Ia meminta agar seluruh anak yang mengalami gizi buruk segera diidentifikasi dan mendapatkan intervensi medis yang memadai.
“Minta data di Dinas Kesehatan, khusus untuk desa-desa binaan Puskesmas Betun. Jika ada anak yang mengalami gizi buruk, jemput dan lakukan pendekatan kepada orang tuanya agar anak tersebut dirawat di puskesmas sampai status gizinya membaik dan dinyatakan aman untuk kembali ke rumah,” ujar HMS.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat penanganan gizi buruk memerlukan pemantauan intensif, pemberian terapi nutrisi yang tepat, serta evaluasi berkala terhadap kondisi kesehatan anak untuk mencegah komplikasi yang dapat menghambat tumbuh kembang.
Selain itu, HMS juga menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap ibu hamil sebagai kelompok rentan yang membutuhkan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan guna menekan angka risiko kematian ibu dan bayi.
Bangun Lingkungan Kerja yang Harmonis
Tidak hanya berbicara tentang pelayanan kepada masyarakat, HMS juga menyoroti pentingnya membangun hubungan kerja yang sehat di lingkungan fasilitas kesehatan.
Ia mengingatkan agar seluruh tenaga kesehatan mengedepankan komunikasi yang baik, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah secara internal melalui musyawarah.
Menurutnya, konflik internal yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.
“Kalau ada persoalan, segera duduk bersama dan cari jalan keluar. Jangan saling lapor, saling iri, atau menciptakan suasana yang tidak nyaman. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.
Pelayanan Puskesmas Harus Lebih Optimal
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Frida Fahik, menegaskan bahwa posisi strategis Puskesmas Betun sebagai fasilitas kesehatan yang berada di pusat kota harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan jam pelayanan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin tinggi sehingga diperlukan penyesuaian waktu pelayanan agar masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih luas.
“Puskesmas Betun berada di pusat kota dan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling banyak diakses masyarakat. Karena itu, pelayanan harus dioptimalkan. Ke depan pelayanan harus bisa berlangsung sampai pukul 18.00 WITA dan jadwal petugas akan diatur agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” tegas drg. Frida Fahik.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada jam kerja normal, sekaligus memperkuat fungsi Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Malaka.
Dengan penguatan pelayanan yang humanis, penanganan aktif terhadap kasus gizi buruk, serta perluasan jam layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat dan target pembangunan kesehatan daerah dapat tercapai secara optimal.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












