Dinas Peternakan Malaka Siap Gelar Vaksinasi Rabies Massal di 127 Desa Mulai Juni 2026

IMG 20260506 133929 141 scaled 1 scaled
banner 468x60

Malaka, 7 Mei 2026 –

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka memastikan pelaksanaan vaksinasi rabies massal akan dimulai pada pertengahan Juni 2026 dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Malaka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
banner 336x280

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Methilde Seran mengatakan, program vaksinasi tahun ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah penyebaran penyakit rabies di tengah masyarakat.

“Tahun 2026 ini kami menyiapkan vaksin rabies sebanyak 20 ribu dosis bantuan dari provinsi dan 10 ribu dosis dari APBD Kabupaten Malaka,” ujar Methilde.

Selain vaksin rabies untuk anjing dan hewan penular rabies lainnya, Dinas Peternakan juga menyiapkan vaksin HOK kolera untuk babi serta vaksin Septicaemia Epizootica (SE) bagi ternak sapi.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di 12 kecamatan dan 127 desa se-Kabupaten Malaka dengan melibatkan seluruh personel lapangan.

Menurut Methilde, sebelum pelaksanaan vaksinasi dimulai, pihaknya akan menggelar sosialisasi terpusat di tingkat kabupaten dengan melibatkan seluruh kepala desa, camat, pimpinan OPD, staf ahli bupati, DPRD, para asisten, hingga Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

“Kami juga akan melibatkan pihak provinsi agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat terkait pentingnya vaksinasi hewan,” katanya.

Ia menjelaskan, petugas yang akan diterjunkan dalam kegiatan vaksinasi terdiri dari ASN, PPPK, tenaga paruh waktu, staf lapangan di 12 kecamatan, hingga tenaga P3M.

Untuk memastikan kesiapan program berjalan maksimal, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Malaka telah menggelar rapat koordinasi internal bersama para kepala bidang, PPK SKPD, sekretaris dinas, dan seluruh jajaran terkait.

Methilde menambahkan, tahun ini pihaknya menggunakan sistem baru, yakni melakukan koordinasi menyeluruh bersama seluruh stakeholder sebelum vaksinasi dan sensus ternak dilaksanakan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Semua pihak harus mengawal kegiatan ini agar berjalan baik dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat agar mendukung penuh program vaksinasi tersebut demi menjaga kesehatan hewan ternak dan mencegah penyebaran penyakit berbahaya.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang pentingnya vaksinasi untuk menjaga kesehatan hewan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

 

Editor : Boni Atolan

banner 336x280

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung