SBS-HMS: Kami Diutus Untuk Urus Rakyat, Bukan Kantor

Screenshot 20250611 093751 Gallery 2389628835

RAEBESIBEWS.COM – Di hadapan anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat dan ribuan masyarakat Malaka yang memadati lokasi kunjungan di Kecamatan Malaka Tengah, Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) menyampaikan pernyataan tegas: mereka datang untuk mengurus rakyat, bukan mengurus kantor.

“Jangan paksa kami untuk urus kantor karena tujuan kami bukan untuk itu. Kami diutus untuk memastikan rakyat Malaka tidak lapar di atas tanah yang subur ini,” ujar SBS lantang, disambut sorak-sorai masyarakat, Selasa (11/06/2025).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Baca Juga: Pemerintah Resmi Cabut Izin 4 Tambang Nikel di Raja Ampat, Mensesneg: Bagian Dari Penertiban Sejak Januari

Pernyataan itu keluar sebagai respons atas gelombang demonstrasi beberapa pekan terakhir, yang menuntut SBS dan wakilnya, Henri Melki Simu (HMS), untuk segera menempati Kantor Bupati Malaka yang belum memiliki akses jalan masuk memadai. Namun bagi SBS-HMS, prioritas utama mereka adalah rakyat, bukan gedung kosong tanpa fungsi langsung ke masyarakat.

Fokus pada Hal yang Menyentuh Hidup Warga

Alih-alih sibuk mengurusi meja dan kursi di kantor, duet SBS-HMS memilih bekerja langsung di lapangan. Dalam waktu singkat sejak dilantik, keduanya telah:

Membangun tanggul pengaman sungai untuk mencegah banjir musiman,

Meluncurkan program pelayanan kesehatan gratis cukup dengan e-KTP,

Mendatangkan puluhan traktor pertanian untuk mendukung petani lokal,

Memperbaiki jalan-jalan rusak yang menghambat akses ekonomi masyarakat desa.

Semua langkah itu dilakukan tanpa banyak gembar-gembor, tapi terasa nyata bagi masyarakat di desa-desa terpencil yang selama ini luput dari perhatian.

Kantor Bisa Nanti, Perut Rakyat Tidak Bisa Tunggu

“Apa artinya duduk di kantor ber-AC kalau rakyat masih jalan kaki jauh ke puskesmas, sawah mereka tak bisa digarap, dan harga hasil panen anjlok karena jalan rusak?” ujar HMS saat ditemui usai acara.

Bagi HMS, pelayanan publik tidak harus dibatasi oleh tembok dan ruangan. “Kantor kami adalah di sawah, di pasar, di jalan desa, di posyandu. Di sanalah kami mendengar langsung keluhan rakyat dan menjawabnya dengan kerja nyata,” tambahnya.

Rakyat Mendukung, Meski Suara Minoritas Berisik

Meski didemo, SBS-HMS justru mendapatkan dukungan luas dari masyarakat akar rumput. Para petani di Betun, siswa sekolah di Rinhat, hingga ibu-ibu di Wewiku menyatakan puas dengan langkah cepat yang diambil pemerintahan baru ini.

“Kami tidak butuh bupati yang duduk-duduk di kantor. Kami butuh bupati yang turun lihat jalan rusak kami, bantu benahi irigasi, dan pastikan anak-anak bisa ke sekolah dengan aman,” ujar Mama Rosalia, warga Desa Wehali.

Kepemimpinan yang Menyentuh Tanah

Di tengah riuhnya politik dan sorotan publik terhadap urusan administratif, SBS-HMS memilih jalur sunyi: kerja nyata. Mereka tidak sibuk membangun simbol, melainkan membangun fondasi. Dalam gaya khasnya yang tegas namun merakyat, SBS kembali menegaskan, “Kami tidak datang untuk sekadar duduk di kursi bupati. Kami datang untuk memastikan rakyat Malaka kenyang di atas tanah yang telah Tuhan berkati dengan kesuburan.”

Dan mungkin, itulah pemimpin sejati: yang lebih memilih tanah berlumpur bersama rakyat ketimbang lantai marmer yang sepi makna.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung