Religi  

GMIT Luncurkan Bulan Pendidikan dan Dua Buku Karya Guru, Wakil Bupati Malaka: Kami Siap Dukung Pendidikan Kristen

Screenshot 20250707 085309 Chrome 3472550840

RaebesiNews.com – Dalam suasana penuh sukacita iman dan semangat pelayanan pendidikan Kristen, Majelis Sinode GMIT secara resmi membuka Bulan Pendidikan tahun 2025 pada Minggu (6/7/2025) di Gereja GMIT Jemaat Ebenhaezer Betun, Kabupaten Malaka.

Tidak hanya sekadar seremoni, momen sakral ini juga ditandai dengan peluncuran dua buku inspiratif berjudul Ruang Kisah dan Jembatan Ide, yang merupakan kumpulan tulisan guru-guru GMIT, serta peluncuran kurikulum GMUT dan pendirian Yayasan Kroman.

Perhelatan ini menjadi tanda bahwa GMIT tidak hanya membina umat dalam aspek spiritual, tetapi juga serius membangun peradaban melalui dunia pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Sinode GMIT, Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT sekaligus Ketua BMPS NTT Winston Rondo, para guru GMIT, pelayan jemaat, serta tokoh-tokoh pendidikan dan undangan lainnya.

Baca Juga: HMS Apresiasi Pelatih dan Pemain PS Malaka: Bukti Program SBS-HMS di Bidang Olahraga Mulai Menampakkan Hasil

Mempersiapkan Generasi Unggul untuk Melayani

Dalam sambutannya, Sekretaris Sinode GMIT Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi menekankan bahwa visi besar Sinode GMIT adalah mempersiapkan generasi unggul yang kelak akan menjadi tulang punggung pelayanan gereja, baik secara kelembagaan maupun dalam pemberdayaan jemaat di berbagai pelosok.

“Sinode GMIT menyadari bahwa kita perlu mempersiapkan generasi yang unggul agar nantinya mereka bisa dikirim ke lembaga-lembaga pelayanan dan turut memberdayakan jemaat-jemaat di wilayah GMIT,” ungkapnya penuh harap.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Rumah Literasi Cakrawala NTT dan tokoh pendidikan NTT, Winston Rondo, atas kontribusi dalam penerbitan dua buku karya guru-guru GMIT.

“Terima kasih kepada Rumah Literasi Cakrawala NTT dan Pak Winston. Tulisan-tulisan para guru GMIT telah menjadi dua buku yang luar biasa dan hari ini resmi kita launching sebagai persembahan untuk dunia pendidikan Kristen,” tuturnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Malaka: Prestasi PS Malaka Bukti Kemajuan Sepak Bola Daerah

Pemkab Malaka Siap Dukung Pendidikan GMIT

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Sinode GMIT di Kabupaten Malaka. Dalam nada penuh keyakinan dan komitmen, ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan mendukung penguatan pendidikan GMIT baik secara kelembagaan maupun individu.

“Terima kasih kepada Sinode GMIT karena telah memilih Kabupaten Malaka sebagai tempat pembukaan Bulan Pendidikan tahun ini. Kami di Pemkab Malaka siap mendukung pendidikan GMIT sebagai bagian dari pelayanan gereja untuk mencerdaskan kehidupan umat,” ujar HMS.

Winston Rondo: Guru Adalah Jembatan Harapan

Winston Rondo, yang turut hadir sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT dan Ketua BMPS NTT, menyampaikan bahwa buku Ruang Kisah dan Jembatan Ide bukan hanya dokumentasi tulisan, tetapi merupakan wujud nyata dedikasi guru-guru GMIT sebagai pelayan pendidikan.

“Guru bukan hanya pendidik, mereka adalah jembatan yang menghubungkan masa kini dengan masa depan. Apa yang mereka tulis dalam buku ini adalah bentuk pelayanan mereka yang tidak terlihat di altar, tetapi nyata dalam kehidupan anak-anak didik kita,” tegas Winston dengan suara bergetar.

Baca Juga: SBS: Olahraga Berprestasi Adalah Jalan Perkenalkan Malaka ke Level Provinsi dan Nasional

Pendidikan Kristen: Ladang Misi dan Penginjilan

Pembukaan Bulan Pendidikan GMIT dan peluncuran buku ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi bagian dari misi besar gereja untuk menghadirkan terang Kristus dalam dunia pendidikan. Pendidikan GMIT adalah bagian dari penginjilan, tempat di mana kasih, kebenaran, dan keadilan Allah diajarkan sejak dini.

Kurikulum GMUT yang diluncurkan juga merupakan wujud pembaruan dan pemurnian pendekatan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani, yang diharapkan membentuk karakter generasi muda GMIT agar tangguh, cerdas, dan rendah hati dalam pelayanan.

Sebuah Tanda Zaman

Kegiatan yang dilaksanakan di GMIT Jemaat Ebenhaezer Betun ini adalah tanda zaman, bahwa gereja terus hidup dan bergerak bersama masyarakat dalam menjawab tantangan zaman melalui pendidikan. Di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial, GMIT hadir sebagai garam dan terang bagi dunia, terutama melalui pelayanan pendidikan.

Baca Juga: Solusi Honorer: Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu Bergaji Resmi dan Berpeluang Naik Status

Dua buku yang diluncurkan hari ini menjadi simbol bahwa narasi lokal, pengalaman guru-guru, dan refleksi iman tidak boleh hilang dalam arus besar modernitas. Buku adalah jendela pengharapan, dan para guru adalah penjaga lentera iman dan pengetahuan.

Akhir kata, pembukaan Bulan Pendidikan GMIT tahun 2025 ini bukan sekadar kegiatan liturgis, tetapi sebuah pernyataan iman dan komitmen: bahwa membangun pendidikan adalah bagian dari membangun kerajaan Allah di bumi. Dan Kabupaten Malaka, melalui komitmen pemerintah dan gereja, kini menjadi saksi bagi awal dari banyak kisah baru yang akan ditulis bersama.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *