Religi  

Hadiah Kemerdekaan: Pemkab Malaka Beri 3 Mobil Operasional bagi Gereja

Screenshot 2025 08 15 21 26 11 27 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817 520693227

RaebesiNews.com – Jumat pagi, 15 Agustus 2025, matahari Bolan menyinari halaman Gereja St. Fransiskus Xaverius dengan cahaya yang hangat. Angin lembut dari ladang kering membawa aroma rumput dan tanah, berpadu dengan wangi dupa yang masih tersisa dari Misa Syukur Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Di pelataran gereja, tiga mobil putih berkilau berjajar rapi, seolah ikut menunggu momen sakralnya. Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) berdiri berdampingan dengan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), Ketua DPRD Adrianus Bria Seran, SH, para imam, dan pendeta. Balutan selendang tenun khas Malaka di pundak mereka memberi sentuhan warna pada suasana yang khidmat namun hangat.

Suara kamera beberapa kali memecah kesunyian singkat, mengabadikan senyum lebar dan jabatan tangan yang erat, pertanda sinergi antara pemerintah dan pemimpin rohani.

Tiga mobil itu masing-masing diperuntukkan bagi Klasis GMIT Kabupaten Malaka, Dekenat Malaka, dan Paroki St. Laurensius Wemasa. Penyerahan dilakukan langsung di hadapan jemaat, usai misa yang dipimpin oleh para imam dan pendeta dengan suasana penuh syukur.

“Saya serahkan mobil operasional ini kepada Pater Deken Malaka untuk dipergunakan dalam urusan pelayanan gereja dan kerohanian lainnya. Semoga Tuhan memberkati,” ujar Bupati SBS, suaranya tegas namun penuh kehangatan.

HMS kemudian melangkah ke sisi Ketua Klasis GMIT untuk menyerahkan unit kedua, sementara Ketua DPRD memberikan kunci mobil ketiga kepada Pastor Paroki St. Laurensius Wemasa.

Kepedulian yang Bukan Sekadar Seremonial

Bagi SBS, tokoh agama adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. “Mereka adalah pemimpin umat,” ujarnya di sela acara, “dan seperti pemimpin lainnya, mereka harus difasilitasi oleh negara.”

Kepedulian ini bukanlah hal baru. Di periode pertama kepemimpinannya, SBS telah menyalurkan banyak kendaraan operasional, bukan hanya untuk pastor dan pendeta, tetapi juga tokoh Muslim di Malaka. Prinsipnya sederhana: pelayanan rohani adalah bagian dari pelayanan publik, dan harus ditopang dengan sarana yang layak.

Menyentuh Hingga Pelosok

Bantuan mobil ini bukan hanya simbol perhatian, tetapi juga harapan baru. Dengan kendaraan ini, para tokoh agama dapat menjangkau desa-desa terpencil, mengunjungi umat yang sakit, mendampingi keluarga berduka, atau memimpin ibadah di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Siang itu, setelah doa penutup, jemaat berhamburan ke halaman gereja. Beberapa anak kecil berlarian di sekitar mobil, mata mereka berbinar melihat kemilau cat putih yang masih segar. Orang-orang dewasa saling bercakap, sebagian mengucap syukur, sebagian lain berfoto bersama para pejabat.

Langit biru Bolan tetap teduh, tapi hati banyak orang di sana rasanya lebih teduh lagi. Karena di hari kemerdekaan, mereka tak hanya mengingat perjuangan masa lalu, tetapi juga merayakan komitmen hari ini, bahwa pemerintah dan gereja, bersama-sama, akan terus melayani rakyat dan umat, hingga ke pelosok terakhir Kabupaten Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *