RaebesiNews.com – Senyum para petani kembali merekah di Dusun Manekat, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima. Setelah beberapa tahun dilanda paceklik, musim tanam tahap pertama tahun ini menghadirkan kabar yang menggembirakan: panen melimpah.
Hamparan ladang jagung yang menguning menjadi saksi kebangkitan harapan. Tanah yang sebelumnya keras dan tak tergarap kini kembali produktif, berkat program balik tanah gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu.
Ketua Kelompok Tani Sinar Morukren, Benediktus Ulu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan bahwa program tersebut membawa dampak nyata bagi peningkatan hasil panen masyarakat.
“Secara pribadi dan sebagai ketua kelompok, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Program balik tanah gratis ini benar-benar membantu kami. Hasil panen musim tanam pertama meningkat drastis,” ungkap Benediktus.
Ia juga mengenang masa kejayaan pertanian saat kepemimpinan Stefanus Bria Seran pada periode sebelumnya bersama almarhum Daniel Asa. Kala itu, Desa Litamali, khususnya Dusun Manekat atau Morukren dikenal sebagai salah satu lumbung jagung dengan hasil panen melimpah.
Namun, setelah pergantian kepemimpinan, program balik tanah sempat terhenti. Dampaknya, petani mengalami kesulitan selama kurang lebih empat tahun.
“Kami sempat menderita karena tidak ada program ini. Tanah tidak diolah dengan baik, hasil panen menurun, bahkan sering gagal. Tapi tahun ini, kami merasakan kembali hasil yang melimpah. Ini seperti mengulang masa-masa terbaik kami,” tambahnya.
Optimisme pun kembali tumbuh. Para petani kini bersiap menghadapi musim tanam kedua (MT 2) dengan semangat baru.
“Kami siap bekerja lebih keras lagi agar hasil di musim tanam kedua lebih baik. Kami juga siap mendukung program pemerintah yang benar-benar pro rakyat,” tegas Benediktus.
Hal senada disampaikan oleh Ricardo de Andrade, mantan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sekaligus Koordinator Kecamatan (Korcam) Kobalima. Ia menilai program balik tanah gratis sebagai salah satu kebijakan yang tepat sasaran.
“Atas nama petani Kobalima, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta semua pihak yang telah mendukung program ini. Program balik tanah gratis terbukti sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Ricardo juga mengajak seluruh petani untuk tidak menyia-nyiakan fasilitas yang telah diberikan pemerintah. Ia menegaskan pentingnya kerja nyata dalam memanfaatkan lahan yang sudah diolah.
“Tanah yang sudah dibalik jangan dibiarkan ditumbuhi ilalang. Harus segera dibersihkan dan dimanfaatkan untuk musim tanam kedua. Pemerintah sudah memfasilitasi, sekarang giliran kita menunjukkan kerja, kerja, kerja demi kesejahteraan kita bersama,” serunya.
Kisah dari Dusun Manekat ini bukan sekadar tentang panen jagung. Ia adalah cerita tentang harapan yang kembali tumbuh dari tanah yang pernah kering. Tentang kepemimpinan SBS HMS yang menghadirkan kebijakan nyata. Dan tentang petani-petani yang tak pernah lelah menunggu musim baik kembali datang.
Kini, di bawah langit Litamali, suara tawa petani kembali terdengar, bersama gemerisik daun jagung yang bergoyang ditiup angin. Sebuah pertanda bahwa ketika pemimpin hadir dengan solusi, tanah pun tak segan menghadirkan berkahnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.