Prabowo Saksikan Penyitaan Enam Smelter Ilegal di Bangka Belitung, Kerugian Negara Capai Rp 300 Triliun

IMG 20251007 WA0005 2510699060

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penyitaan enam smelter ilegal di Provinsi Bangka Belitung yang terlibat dalam kegiatan penambangan tanpa izin di kawasan PT Timah, Senin (6/10/2025).

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku pelanggaran di sektor pertambangan.

“Pagi hari ini saya ke Bangka, kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melaksanakan pelanggaran hukum. Ini adalah tambang tanpa izin di kawasan PT Timah. Yang terlibat sudah dihukum, dan kejaksaan telah menyita enam smelter,” ujar Prabowo.

Baca Juga: TNI Era Baru? Prabowo Isyaratkan Perombakan Struktur Besar-besaran

Presiden menjelaskan, di lokasi penyitaan ditemukan tumpukan tanah jarang (monasit) dan ingot timah (logam batangan) dengan nilai ekonomi yang sangat besar.

“Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati enam hingga tujuh triliun rupiah. Tapi tanah jarang yang belum diurai nilainya jauh lebih besar, sangat besar. Tanah jarang itu monasit,” jelasnya.

Prabowo mengungkapkan, satu ton monasit bernilai sekitar 200 ribu dolar AS, sementara temuan di lapangan mencapai sekitar 40 ribu ton.

Baca Juga: Peringati HUT ke-80 TNI, Prabowo Doakan Prajurit dan Keluarganya: “Yang Maha Kuasa Selalu Beserta Kalian”

Dari perhitungan tersebut, kerugian negara dari monasit saja ditaksir mencapai Rp 128 triliun.

“Kalau dihitung keseluruhan, kerugian negara dari enam perusahaan ini mencapai sekitar Rp 300 triliun. Ini kita hentikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, TNI, Bakamla, dan Bea Cukai, yang telah bergerak cepat mengamankan aset negara.

Baca Juga: Pesan Keras Prabowo di HUT ke-80 TNI: Jangan Pertahankan Pemimpin yang Lemah!

“Saya ucapkan terima kasih kepada aparat: Panglima TNI, Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, semua pihak yang telah bergerak cepat sehingga aset-aset ini bisa diselamatkan. Ke depan, berarti ratusan triliun rupiah bisa kita selamatkan untuk rakyat,” ujar Presiden.

 

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum di sektor sumber daya alam, termasuk penyelundupan dan penambangan tanpa izin.

“Ini bukti bahwa pemerintah serius, sudah bertekad untuk membasmi penyelundupan, illegal mining, dan semua yang melanggar hukum. Kita tegakkan, dan kita tidak pandang siapa pun,” tegas Prabowo menutup pernyataannya.***

Baca Juga: Di Tengah Dunia yang Tak Pasti, Prabowo Tegaskan: “TNI Harus Jadi Benteng Terakhir NKRI”

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *