Prabowo Jadi Presiden Teraktif Kunjungi ITB Setelah Sukarno

IMG 20250807 WA0029 3809056791

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tercatat sebagai presiden aktif yang paling sering mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, dalam pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di ITB, Kamis (7/8/2025).

“Pak Rektor ITB tadi menyampaikan kepada kami bahwa Presiden Prabowo adalah presiden aktif yang paling sering datang ke ITB setelah Presiden Soekarno,” ujar Brian yang juga merupakan Guru Besar ITB.

Baca Juga: Antusiasme Warga Kampus Sambut Prabowo di KSTI 2025: “Kami Bangga dan Bahagia”

KSTI 2025, Wujud Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah

Konvensi KSTI 2025 digelar sebagai ruang temu bagi peneliti, pelaku industri, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus.

Baca Juga: Prabowo Tinjau Inovasi Teknologi Anak Bangsa di KSTI 2025 ITB

“Ini kesempatan besar bagi kita semua untuk bersama memajukan bangsa, menguasai IPTEK, dan melahirkan SDM unggul yang jujur serta berintegritas,” lanjut Brian.

Peneliti UNPAD Bangga Booth-nya Dikunjungi Presiden

Kehadiran Presiden Prabowo disambut antusias oleh peserta dan sivitas akademika. Salah satunya adalah Rathi Gandini, peneliti dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), yang mengaku bangga booth risetnya dikunjungi langsung oleh Presiden.

Baca Juga: Di Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Soroti Pentingnya Realisme dalam Pemerintahan

“Tentu kami sangat bangga dan bahagia. Semoga inovasi dari UNPAD bisa dikomersialisasikan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat luas,” ungkap Rathi.

Ia juga berharap pemerintah terus mendukung riset di perguruan tinggi, terutama dalam aspek pendanaan dan hilirisasi produk.

“Dari riset ke hilir, kami sangat membutuhkan dukungan agar produk inovasi tidak berhenti di laboratorium,” tambahnya.***

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Sikap Tenang dan Diplomasi Strategis Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global

 

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *