RaebesiNews.com – Bupati Kabupaten Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025 yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.
Rakornas tahun ini mengusung tema besar “ASN Bergerak Bersama Wujudkan Asta Cita”, sebagai langkah konsolidasi nasional untuk memastikan aparatur sipil negara mampu menjawab tantangan pembangunan modern.
Dalam dokumentasi kegiatan tampak Bupati SBS hadir bersama para kepala daerah lainnya, termasuk Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Falentinus Kebo, sembari mengikuti sesi-sesi strategis yang disampaikan langsung oleh Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH.
Asta Cita dan Implikasi bagi ASN
Salah satu agenda penting Rakornas adalah pemaparan mengenai Asta Cita, delapan prioritas pembangunan nasional yang harus diterjemahkan secara konkret oleh seluruh ASN Indonesia. Dalam slide yang ditampilkan di ruang Rakornas, Asta Cita terdiri dari:
1. Membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
2. Mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
3. Transformasi ekonomi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
4. Reformasi hukum, birokrasi, dan tata kelola pemerintahan.
5. Infrastruktur yang merata dan berkeadilan.
6. Ketahanan pangan, energi, dan sumber daya alam.
7. Pemerataan pembangunan daerah dan penguatan desa.
8. Penguatan demokrasi, stabilitas, dan pelayanan publik.
BKN menegaskan bahwa seluruh ASN, mulai dari pusat hingga daerah, harus mampu menerjemahkan delapan agenda prioritas tersebut dalam program kerja nyata yang menyentuh masyarakat. Asta Cita bukan hanya dokumen kebijakan, tetapi arah kompas bagi seluruh birokrasi Indonesia.
SBS: ASN Adalah Tulang Punggung Layanan Publik
Menanggapi materi tersebut, Bupati SBS menekankan bahwa peran ASN sangat menentukan keberhasilan daerah dalam mencapai sasaran pembangunan nasional.
“Rapat nasional ini membahas pengelolaan ASN untuk pelaksanaan program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota secara profesional, bertanggung jawab, dan berkualitas,” ujar SBS.
Menurutnya, Asta Cita harus menjadi pedoman bagi setiap ASN Malaka dalam bekerja. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi desa, semua membutuhkan kualitas aparatur yang disiplin, kompeten, dan berintegritas.
Digitalisasi Sistem ASN untuk Layanan yang Lebih Cepat
SBS memberi perhatian khusus pada dorongan BKN terkait digitalisasi layanan ASN. Sistem digital yang terintegrasi dianggap sangat penting bagi daerah seperti Malaka untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan transparansi, dan mengurangi hambatan birokrasi.
“Digitalisasi sistem kepegawaian sangat penting bagi daerah berkembang seperti Malaka. Dengan sistem modern dan terintegrasi, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan akuntabel,” tegasnya.
Komitmen Malaka Mensukseskan Reformasi Birokrasi Nasional
Pemerintah Kabupaten Malaka siap menselaraskan seluruh kebijakan nasional terkait penguatan ASN. Reformasi birokrasi di Malaka diarahkan untuk:
*mempercepat pelayanan kesehatan,
*meningkatkan kualitas pendidikan,
*memperkuat administrasi kependudukan,
*serta membangun layanan publik yang profesional dan responsif.
Melalui keikutsertaan dalam Rakornas Kepegawaian 2025, Bupati SBS menegaskan komitmen Malaka untuk terus berbenah, beradaptasi dengan kebijakan nasional, dan memperkuat kapasitas ASN agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dengan spirit perubahan dan semangat pelayanan, Malaka semakin mantap melangkah menuju tata pemerintahan yang modern, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





