RaebesiNews.com – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Planet Holiday Hotel & Residence, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 22–24 Juli 2026.
Bimtek yang diikuti para wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia tersebut mengusung tema “Penguatan ASWAKADA Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah dalam Tata Kelola, Advokasi Kebijakan, dan Sinergi Pembangunan Nasional.” Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para wakil kepala daerah sebagai mitra strategis kepala daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berpihak kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai empat pilar utama, yakni Kolaborasi (Membangun Sinergi), Tata Kelola (Pemerintahan yang Baik), Advokasi (Kebijakan yang Berpihak), serta Sinergi untuk Pembangunan Nasional. Keempat pilar ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan kerja yang harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Bupati Lahat. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan antara bupati dan wakil bupati.
“Bedanya Bupati dan Wakil Bupati adalah tanda tangan saja. Namun harus kompak untuk menjalankan roda pemerintahan hingga akhir masa jabatan. Kompak agar tetap bekerja melayani demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setelah proses demokrasi selesai, kepala daerah dan wakil kepala daerah harus meninggalkan seluruh perbedaan politik dan fokus bekerja sama demi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. Dede Yusuf, menegaskan bahwa posisi wakil kepala daerah memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem pemerintahan daerah.
“Tugas wakil kepala daerah adalah delegasi (menerima penugasan),” ujar Dede Yusuf.
Menurutnya, pendelegasian tugas dari kepala daerah kepada wakil kepala daerah merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang sehat. Dengan adanya pembagian tugas, roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, pelayanan publik semakin cepat, dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara maksimal.
SBS-HMS Dinilai Menerapkan Semangat Kolaborasi
Nilai-nilai yang disampaikan dalam Bimtek ASWAKADA tersebut dinilai telah diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Malaka.
Selama memimpin Kabupaten Malaka, Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) menunjukkan hubungan kerja yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan.
Bupati SBS beberapa kali memberikan kepercayaan kepada Wakil Bupati HMS untuk melaksanakan berbagai tugas pemerintahan melalui mekanisme pendelegasian kewenangan. Tidak hanya mewakili kepala daerah dalam berbagai kegiatan resmi, HMS juga dipercaya untuk melantik pejabat, mengukuhkan pengurus organisasi, memimpin agenda pemerintahan, hingga menandatangani Surat Keputusan (SK) bagi pejabat yang dilantik maupun dipromosikan, sesuai kewenangan yang diberikan oleh Bupati.
Pola kepemimpinan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam Bimtek ASWAKADA, bahwa wakil kepala daerah bukan sekadar pendamping kepala daerah, melainkan mitra strategis yang membantu memastikan seluruh program pemerintahan berjalan optimal.
Hubungan kerja yang harmonis antara SBS dan HMS juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah lahir dari komunikasi yang baik, saling percaya, dan pembagian tugas yang jelas. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung tanpa hambatan dan berbagai program prioritas pemerintah daerah dapat terlaksana secara efektif.
Keikutsertaan Wakil Bupati Malaka HMS dalam Bimtek ASWAKADA Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam mendukung Bupati SBS mewujudkan pemerintahan yang profesional, kolaboratif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malaka.
Pesan utama yang mengemuka dalam forum nasional tersebut pun menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah di Indonesia, bahwa jabatan bukanlah soal siapa yang lebih menonjol, melainkan bagaimana keduanya mampu membangun sinergi, saling mempercayai, dan bekerja bersama untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












