RaebesiNews.com – Suasana Aula Desa dan ruang-ruang kegiatan di Kabupaten Malaka hari ini dipenuhi semangat perubahan. Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, TP PKK Kabupaten Malaka berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malaka, Dinas P2KB3A, LSM CD YAKKUM Bethesda dan Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) mitra Childfund Internasional, menyelenggarakan kampanye bersama untuk menguatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini mengusung tema kuat dan penuh pesan moral:
“Kita Punya Andil, Kembalikan ke Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak.”
Tema ini menjadi seruan bersama agar masyarakat Malaka kembali memperkuat budaya saling melindungi serta menghapus normalisasi tindakan kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kampanye Bersama untuk Ruang Aman
Dalam sambutannya, Heny Pesik selaku Area Meneger Betesda menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan sosial yang membutuhkan kerja bersama semua pihak.
“Kita ingin memastikan bahwa perempuan dan anak di Malaka merasa aman di mana pun mereka berada, di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua sebagai warga,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan KPA dan LSM CD YAKKUM Bethesda, kampanye ini diisi dengan dialog interaktif, edukasi publik, testimoni penyintas, serta diskusi mengenai langkah konkret pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.
Dirangkaikan dengan Peringatan Hari AIDS Sedunia
Kegiatan ini semakin bermakna karena sekaligus dirangkai dengan Perayaan Hari AIDS Sedunia, yang tahun ini mengusung tema global:
“Hadapi Perubahan, Jaga Keberlangsungan Layanan HIV dan Stop Diskriminasi.”
KPA Kabupaten Malaka mengingatkan bahwa meski informasi mengenai HIV/AIDS semakin mudah diakses, stigma sosial masih menjadi penghalang utama bagi banyak orang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Kita ingin memutus stigma, bukan hubungan. Kita ingin menghapus diskriminasi, bukan menambah jarak. Semua orang berhak atas layanan kesehatan yang aman, ramah, dan berkelanjutan,” tegas Ketua KPA Malaka.
Di sela kegiatan, para peserta diajak melihat pameran edukatif mengenai HIV/AIDS, memahami cara pencegahan, hingga informasi mengenai pentingnya tes HIV secara rutin. Pendekatan yang digunakan juga sangat inklusif, menekankan bahwa siapa pun bisa berkontribusi dalam menjaga lingkungan yang bebas stigma.
Membangun Malaka yang Aman dan Bebas Diskriminasi
Kolaborasi tiga lembaga ini, TP PKK, KPA, dan LSM CD YAKKUM Bethesda, menjadi contoh nyata bagaimana isu kekerasan dan kesehatan dapat diselesaikan melalui pendekatan kolaboratif, holistik, dan humanis.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama kepada seluruh masyarakat Malaka agar terus menyuarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat layanan kesehatan yang bebas diskriminasi bagi penderita HIV/AIDS.
Dengan suara yang sama, seluruh peserta menyatakan komitmen:
“Kita punya andil. Kita hadir untuk melindungi. Kita bergerak untuk Malaka yang aman, sehat, dan manusiawi bagi semua.”
Jika ingin versi media online atau versi feature sastra, tinggal sampaikan, saya buatkan lebih panjang dan lebih menyentuh.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











