RAEBESINEWS.COM – Yakobus Seran, warga Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, mengaku kecewa dan sedih setelah namanya secara sepihak dicoret dari daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Pria lansia yang akrab disapa Gomes selama ini hidup seorang diri dengan kondisi keterbatasan fisik (cacat mata), tidak memiliki rumah, serta telah bercerai dan tidak memiliki penghasilan tetap.
Ironisnya, Gomes merupakan salah satu penerima BLT sejak bantuan tersebut mulai disalurkan. Namun, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, namanya tiba-tiba hilang dari daftar penerima.
Baca Juga: Bupati Malaka Perintahkan Kerja Bakti Rutin, Seperti Jadwal Pasar Bergilir
“Dari awal musyawarah penetapan penerima BLT sampai saya menerima bantuan, tidak pernah ada pemberitahuan bahwa saya akan dikeluarkan. Tiba-tiba saja nama saya tidak ada,” ungkap Gomes dengan nada sedih kepada media.
Ia merasa heran karena menurutnya, masih banyak penerima BLT lain yang kondisinya jauh lebih baik secara ekonomi dibanding dirinya.
“Kenapa saya tidak lagi menerima? Saya bukan penerima baru, saya sudah terima sejak bantuan ini mulai diberikan,” tegasnya.
Baca Juga: Instruksi Tegas Bupati Malaka: Tak Ikut Bersih Desa, Jangan Harap Dapat Bantuan!
Ia menduga pencoretan namanya bermuatan politik. Ia mempertanyakan apakah hal ini terjadi karena pilihan politiknya pada pasangan SBS-HMS dalam pemilu lalu.
“Ataukah karena saya memilih SBS-HMS lalu saya dikeluarkan? Saya ingin melaporkan hal ini ke Bupati Malaka,” lanjutnya.
Media telah mencoba mengkonfirmasi pihak Pemerintah Desa Besikama. Namun, Kepala Desa hanya memberikan tanggapan singkat melalui pesan WhatsApp.
Baca Juga: Bensin di Ujung Jeriken: Suara Wakil Bupati Malaka untuk Para Penjual Bensin Eceran
“Kalau mau konfirmasi nanti hari Selasa kami masuk kembali, baru ke kantor saja. Karena mengenai BLT bukan hak saya kasih masuk dan kasih keluar orang, kaka,” tulis Kades YP, Jumat (6/6/2025).
Kemudian Media ini kembali melontarkan pertanyaan tapi kepala desa menjawab
“Nanti kk ke kantor supaya kita panggil BPD, Kadus, RT, RW dan Babinsa, Babinpol dan pendamping dong supaya kan tanya mereka kenapa si A tidak Terima BLT, soalnya itu hasil dari musyawarah kk,” Katanya
Baca Juga: RS Pratama Wewiku: Hadiah Ulang Tahun Simon Nahak yang Paling Kelam
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pemerintah desa mengenai dasar pencoretan nama Yakobus Seran dari daftar penerima BLT.
Yakobus berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan meninjau kembali proses pendataan bantuan agar lebih transparan dan adil.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











