Daerah  

SBS HMS Bangun Sistem Pengendali Banjir di Malaka, Tanggul Oanmane hingga Naimana–Motaain Lindungi Rakyat

Reporter : Frido Umrisu Raebesi
Screenshot 20260316 155502 WhatsApp
SBS HMS Bangun Sistem Pengendali Banjir di Malaka, Tanggul Oanmane hingga Naimana–Motaain Lindungi Rakyat

RAEBESINEWS.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir di berbagai wilayah rawan.

Salah satu langkah nyata itu terlihat dari pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada Senin (16/3/2026), Bupati yang akrab disapa SBS turun langsung meninjau tanggul sepanjang sekitar 1.000 meter tersebut untuk memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang selama ini kerap menghadapi ancaman banjir saat musim hujan.

Meski bertepatan dengan hari libur, Bupati SBS tetap menjalankan tugas pemerintahan dengan konsep Work From Anywhere demi memastikan pembangunan berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, wilayah Malaka biasanya mengalami curah hujan tinggi pada bulan April hingga Juni sehingga langkah antisipasi harus dipastikan sejak dini.

“Di Malaka hujan besar biasanya terjadi pada bulan April dan Mei bahkan sampai Juni. Karena itu saya ingin memastikan tanggul ini benar-benar mampu melindungi masyarakat,” ujar SBS.

Setelah melihat langsung kondisi tanggul tersebut, ia mengaku merasa lega karena masyarakat kini memiliki perlindungan yang lebih baik dari ancaman banjir.

“Saya sudah tenang karena rakyat sudah terhindar dari banjir. Kalau masih ada kekurangan tentu akan kita selesaikan,” katanya.

Pembangunan Tanggul Dilanjutkan Hingga Tuntas

Bupati dua periode itu menegaskan bahwa pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai Oanmane masih akan terus dilanjutkan.

Menurutnya, masih ada sekitar lima kilometer tanggul lanjutan yang akan dibangun secara bertahap hingga benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

IMG 20260316 WA0043
SBS HMS Bangun Sistem Pengendali Banjir di Malaka, Tanggul Oanmane hingga Naimana–Motaain Lindungi Rakyat

“Masih ada sekitar lima kilometer lagi yang akan kita lanjutkan. Kalau kita ingin masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai ini aman dari banjir, maka pekerjaan ini harus dilakukan terus sampai selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malaka selalu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau masih kurang kita selesaikan, karena pembangunan memang bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tanggul Naimana–Motaain Perkuat Perlindungan Wilayah Perbatasan

Selain pembangunan tanggul di Oanmane, pemerintah daerah juga membangun tanggul penahan banjir di wilayah Naimana hingga Motaain.

Pembangunan tanggul ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan terhadap kawasan permukiman dan lahan pertanian masyarakat di wilayah perbatasan.

Wilayah Naimana hingga Motaain merupakan kawasan strategis karena menjadi jalur perlintasan perbatasan sekaligus wilayah aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap ancaman banjir menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Keberadaan tanggul tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai di kawasan tersebut.

Pemerintah Hadir dengan Kerja Nyata

Bagi SBS, pembangunan tanggul bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bukti bahwa pemerintah hadir untuk melindungi rakyat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.

“Yang penting pemerintah hadir di tengah masyarakat. Tapi hadir tidak boleh hanya omong. Harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata,” tegasnya.

Melalui pembangunan tanggul di Oanmane serta tanggul pengaman di wilayah Naimana hingga Motaain, pemerintahan Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem perlindungan banjir yang lebih kuat di Kabupaten Malaka.

Bagi masyarakat, keberadaan tanggul tersebut bukan sekadar proyek pembangunan.

Ia adalah perlindungan.
Ia adalah rasa aman.
Dan yang terpenting, ia adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar bekerja untuk rakyat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *