RaebesiNews.com – Program Kebun Sekolah yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian menjadi salah satu inovasi edukatif yang menarik perhatian masyarakat Malaka. Melalui program ini, siswa diajarkan cara menanam sayuran, merawat tanaman, dan memahami siklus hidup tumbuhan. Program tersebut dianggap penting untuk menanamkan kecintaan terhadap pertanian sejak dini, terutama karena Malaka merupakan daerah agraris.
Di beberapa sekolah dasar seperti SDN Weoe, SDN Harekakae, dan SDN Kamanasa, siswa dan guru membuat bedeng kecil untuk menanam kangkung, bayam, cabai, hingga jagung mini. Guru-guru menjadi fasilitator utama yang dibantu penyuluh pertanian, sehingga pembelajaran tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif. Program ini berhasil menciptakan atmosfer sekolah yang lebih hidup dan hijau.
Salah satu dampak positif dari program ini adalah meningkatnya kreativitas siswa dalam mengenal pangan lokal. Mereka mulai memahami bahwa sayuran tidak hanya berasal dari pasar tetapi bisa ditanam sendiri. Selain itu, anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab merawat tanaman, menyiram setiap hari, dan mencatat pertumbuhannya dalam buku harian tanaman.
Beberapa sekolah bahkan menjadikan panen kecil sebagai kegiatan bersama. Sayuran yang dipanen dijual kepada guru dan warga sekitar, kemudian hasil penjualannya digunakan untuk membeli bibit baru. Siklus seperti ini menanamkan nilai kemandirian dan kerja sama kepada para siswa. Pemerintah menilai model kebun sekolah sangat efektif sebagai pendidikan karakter.
Program ini juga mendapat dukungan dari para orang tua yang menilai kegiatan ini dapat mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai. Banyak orang tua bercerita bahwa anak mereka kini lebih tertarik berkegiatan di luar ruangan dan membawa kebiasaan menanam ke rumah. Di beberapa desa, kebiasaan ini membuat halaman rumah warga menjadi lebih produktif.
Dinas Pertanian berharap kebun sekolah dapat menjadi gerakan besar yang menciptakan generasi petani masa depan dengan mindset modern. Anak-anak yang terlibat dalam program ini kelak diharapkan mampu membawa inovasi baru bagi pertanian Malaka. Pemerintah berencana memperluas program ke seluruh sekolah dalam dua tahun ke depan.
Dengan keberhasilan yang terlihat, kebun sekolah kini dianggap bukan sekadar program pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Malaka. Semakin banyak anak mencintai dunia tanam, semakin kuat masa depan pertanian daerah ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











