Daerah  

PPK Tegaskan Pembangunan Tanggul Naimana–Motaain Sesuai Spesifikasi dan Standar Teknis

IMG 20251119 WA0077 2163364190

RaebesiNews.com – Pembangunan tanggul darurat di Kabupaten Malaka kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah suara mempertanyakan kualitas pekerjaan di lapangan, khususnya tanggul darurat yang dibangun di Desa Naimana – Desa Motaain sepanjang 1.600 meter, serta di Desa Oan Mane Kecamatan Malaka Barat sepanjang 1.000 meter.

Menanggapi isu tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dayfis Hendra Mboeik, memberikan penjelasan resmi yang lengkap sekaligus menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan 100 persen sesuai Spesifikasi Teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pengerjaan Sesuai Dokumen Teknis: Tidak Ada yang Menyimpang

Dayfis menyampaikan bahwa proyek tanggul darurat ini menggunakan material sirtu gunung yang telah direkomendasikan dalam spesifikasi teknis untuk pekerjaan tanggul penahan banjir.

Ia menegaskan bahwa semua alat yang digunakan di lapangan adalah peralatan yang tercantum dalam dokumen RAB, yaitu:

*Excavator
*Vibro Roller 8–12 Ton
*Dump Truck

“Peralatan yang digunakan tidak ada yang keluar dari daftar RAB. Semua sesuai spesifikasi dan ketentuan teknis,” ujar Dayfis yang selama ini dikenal ketat dalam pengawasan proyek.

Pemadatan Dilakukan Berlapis, Sesuai Ilmu Konstruksi

Menanggapi isu mengenai proses pemadatan, Dayfis memberikan penjelasan detail terkait metode yang diterapkan.
Pemadatan dilakukan per layer atau per lapisan setebal 50 cm, menggunakan Vibrator Roller 8–12 ton, sehingga kualitas kepadatan dapat dipastikan stabil di setiap lapisan.

“Setiap lapisan dipadatkan sesuai kaidah konstruksi. Tidak ada yang dikerjakan asal-asalan,” tegasnya.

Sand Cone Test Tiga Kali: Semua Ada Bukti dan Dokumentasi

PPK juga menjelaskan bahwa pengujian kepadatan (sand cone test) dilakukan tiga kali oleh tenaga laboratorium bersertifikat dari Bidang Jasa Konstruksi.

Ia memastikan bahwa seluruh pengujian memiliki dokumentasi lengkap dan laporan hasil uji yang dapat diperlihatkan kapan saja ketika dibutuhkan.

“Kami punya dokumentasi saat pengujian sand cone. Laporannya lengkap dan bisa kami tunjukkan bila diperlukan,” ungkapnya.

Transparan dan Terbuka Terhadap Kritik

Dayfis menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik maupun masukan, sepanjang disampaikan berdasarkan data dan fakta teknis.

“Kami bekerja berdasarkan standar teknis. Bila ada pihak yang meragukan, kami siap menjelaskan dan menunjukkan seluruh bukti fisik maupun administrasi,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan tanggul darurat bukan hanya proyek, tetapi bagian dari upaya pemerintah melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang rutin mengintai wilayah tersebut.

Tanggul Dibangun Sesuai Standar demi Keselamatan Warga

Melalui pernyataan ini, PPK Dayfis Hendra Mboeik menegaskan bahwa pembangunan tanggul darurat di Naimana–Motaain dan Oan Mane telah memenuhi seluruh prosedur teknis mulai dari pemilihan material, penggunaan alat, metode pemadatan, hingga pengujian kepadatan.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Pekerjaan kami memang cepat karena situasi darurat, tetapi tetap mengikuti aturan teknis. Tidak ada kompromi soal kualitas,” pungkasnya.

Dengan demikian, publik memperoleh kepastian bahwa pembangunan tanggul tersebut dikerjakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar konstruksi.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *