RaebesiNews.com – Atap yang bocor, tiang-tiang lapuk, dinding retak, dan lantai mengelupas, itulah potret memilukan Kantor Camat Sasitamean, salah satu pusat pelayanan pemerintahan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Bangunan tua ini seakan nyaris menyerah dimakan usia, tetapi justru di sinilah roda pelayanan publik terus dijalankan tanpa henti.
Sudah puluhan tahun kantor ini berdiri, namun belum pernah tersentuh rehabilitasi.
“Kondisinya seperti ini sejak lama, sejak Camat pertama Pak Taolin Ludovikus. Belum pernah direhab sama sekali,” ungkap Camat Sasitamean, Alfridus Neonbasu, kepada RaebesiNews.com, Kamis (19/06/2025).
Baca Juga: Breaking News! Wakajati NTT dan HMS Tinjau RS Pratama Wewiku yang Sarat Dugaan Korupsi
Simbol Pemerintahan yang Terlupakan
Kantor ini awalnya dibangun sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat Sasitamean. Tapi kini, ia lebih menyerupai bangunan tua yang hampir rubuh.
Bila hujan turun, ruangan akan tergenang. Bila matahari terik, suasana di dalam makin pengap dan tidak layak dihuni.
Meski begitu, para ASN tetap datang setiap hari, duduk di meja-meja reyot, mengetik di ruangan lembab, dan melayani warga sebaik mungkin.
“Kami terbiasa kerja berpindah-pindah tempat, cari sudut ruangan yang masih aman,” tutur salah satu staf kecamatan.
Baca Juga: Adrianus Bria Seran Ukir Sejarah, Wakili Malaka di Puncak Adkasi Nasional
Permohonan Camat: “Tolong Kami, Ini Bukan Sekadar Gedung”
Camat Alfridus berharap Pemerintah Kabupaten Malaka segera turun tangan. Ia menyadari anggaran terbatas, namun menurutnya, rehabilitasi kantor pemerintahan tidak bisa ditunda terus-menerus.
“Kami tidak minta gedung bertingkat. Kami hanya ingin kantor yang aman, layak, dan manusiawi untuk pelayanan publik,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat ASN dan masyarakat di kecamatan tetap tinggi. Hanya saja, fasilitas tidak mendukung.
Baca Juga: Empat Bulan Memimpin, SBS-HMS Bawa Malaka Keluar dari Ketertinggalan
Melayani dari Reruntuhan
Kendati dalam keterbatasan ekstrem, pelayanan publik tetap berjalan: mulai dari urusan surat menyurat, administrasi kependudukan, hingga koordinasi antar desa.
Warga tetap datang silih berganti, meski harus antre di lorong sempit atau berteduh di bawah atap bocor.
“Kami paham kondisi kantor ini. Tapi tolong, kami juga ingin merasakan pelayanan di tempat yang layak,” ucap seorang warga usai mengurus surat keterangan domisili.
Baca Juga: Sambut MBG, Bupati SBS: Masyarakat Harus Siapkan Bahan Baku Sendiri
Pembangunan Harus Menyentuh Semua Wilayah
Apa yang terjadi di Kantor Camat Sasitamean menjadi pengingat penting: pembangunan tidak boleh terpusat di kota.
Wilayah kecamatan, yang menjadi ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat, seharusnya mendapat perhatian setara.
Keadilan pembangunan tak cukup diucapkan dalam pidato, ia harus hadir dalam bentuk nyata: dinding yang kokoh, atap yang tidak bocor, dan lantai yang tidak memicu bahaya.
Sasitameantelah menunggu terlalu lama. Kantornya yang renta kini bukan hanya minta direnovasi, tapi juga menjadi simbol: bahwa suara dari pinggiran tidak boleh terus diabaikan.
Camat sudah bersuara. Warga sudah bersabar. Kini, waktunya Pemerintah Kabupaten Malaka menjawab.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












