Malaka, RaebesiNews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malaka selama tiga hari berturut-turut memicu genangan air di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah ruas jalan penghubung Umakatahan–Forekmodok di Desa Umanen, Kecamatan Malaka Tengah, tepat berbatasan dengan Kecamatan Weliman.
Di lokasi tersebut, luapan air mencapai hampir satu meter dan menggenangi badan jalan serta permukiman warga, termasuk rumah milik anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Gerindra, Fransiskus Xaverius Taolin, yang akrab disapa Ans Taolin.
Baca Juga: Menyusuri Genangan Kota: Ketika Kepala Desa Wehali Turun Membersihkan Drainase
Menurut penuturan warga setempat, genangan parah ini terjadi akibat tidak adanya sistem drainase fungsional—khususnya deker (saluran air tertutup dari beton bertulang) yang seharusnya menghubungkan aliran air di kiri dan kanan jalan. Tanpa outlet air yang memadai, limpasan hujan yang datang dengan intensitas tinggi akhirnya tertahan di bahu jalan, menciptakan kolam besar yang mengganggu aktivitas warga dan merusak badan jalan.
Menanggapi laporan dari Ans Taolin, Pemerintah Kabupaten Malaka bergerak cepat.
“Tadi pagi saya melaporkan kepada Bupati Malaka bahwa saya tidak bisa menghadiri acara Penyerahan Sk Pengangkatan CPNS di Abudenok karena kebanjiran. Dan langsung ditanggapi Bupati Malaka akan mengatasinya segera. Juga laporan yang sama kepada Wakil Bupati Malaka. Dan saya mendapat jawaban positif dari Orang no. 1 dan 2 di Malaka”, tutur Ans Taolin.
Dalam waktu singkat Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, bersama jajaran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka, langsung turun ke lokasi dengan membawa satu unit mini excavator.
Aksi Cepat: Drainase Dibuka, Jalan Dibedah
Tim teknis dari PUPR Malaka segera melakukan intervensi darurat dengan membelah sebagian ruas jalan tepat di depan rumah Ans Taolin. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan saluran air sementara agar genangan cepat surut. Dalam waktu kurang dari satu jam, air yang sebelumnya menggenang mulai mengalir lancar dan surut total.
Aksi cepat ini diapresiasi langsung oleh Ans Taolin. Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah:
“Terima kasih Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Juga buat semua jajaran di PU Kabupaten Malaka. Tak banyak janji, langsung action di lapangan. Segala kebutuhan rakyat perlahan diatasi satu per satu. Bertahap, namun pasti. Terima kasih,” ucapnya.
Baca Juga: Simon Nahak dan Rumah Sakit yang Tak Pernah Lahir: Sebuah Ulang Tahun yang Pahit
Solusi Jangka Panjang: Deker Permanen Disiapkan
Langkah cepat ini bukan hanya bersifat sementara. Menurut Plh. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens Haba, setelah air berhasil dialirkan, tim teknis langsung melakukan survei teknis dan memulai pekerjaan untuk membangun deker permanen di lokasi tersebut.
“Pekerjaan darurat sudah dilakukan. Sekarang kita sedang siapkan deker permanen agar aliran air dapat tertangani dengan sistematis dan tidak terjadi genangan kembali. Ini bagian dari rencana peningkatan kualitas jaringan drainase di titik-titik rawan banjir,” jelas Lorens.
Secara teknis, deker akan dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang dengan dimensi yang disesuaikan dengan debit aliran puncak berdasarkan perhitungan hidrologis. Material agregat kelas A, besi tulangan standar SNI, serta mutu beton minimal K-250 akan digunakan untuk menjamin kekuatan dan ketahanan struktur dalam jangka panjang.
Baca Juga: Prabowo: Hakim Tak Boleh Bisa Dibeli, Gaji Mereka Harus Layak
Pemkab Malaka: Sedikit Bicara, Banyak Bekerja
Respons cepat dari Wakil Bupati Henri Melki Simu dan jajaran teknis PUPR Kabupaten Malaka menunjukkan komitmen Pemkab Malaka dalam membangun daerah dengan prinsip “sedikit bicara, banyak bekerja.” Model kepemimpinan seperti ini menunjukkan kehadiran pemerintah yang nyata di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi kesulitan.
Tak hanya menjawab keluhan legislatif, penanganan ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Malaka bekerja berdasarkan kebutuhan teknis lapangan dan bukan sekadar agenda seremonial.
Melalui pendekatan rekayasa teknik sipil yang tepat guna dan respons lapangan yang cepat, Pemkab Malaka memberikan bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh menunggu: harus hadir saat warga membutuhkan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









