Daerah  

Malaka Pacu Pertanian: 25 Traktor Baru Tiba, Komitmen SBS-HMS Bikin Petani Tersenyum

Screenshot 20250610 153138 WhatsApp 1488367117 1

RAEBESINEWS.COM – Angin segar bertiup dari ladang-ladang Malaka. Di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), sektor pertanian di Kabupaten Malaka kembali mendapat suntikan kekuatan baru. Kali ini, berupa 26 unit traktor roda empat bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sebanyak 25 unit traktor telah tiba dengan selamat di halaman Kantor Dinas Pertanian Malaka, Desa Wehali, Selasa (10/06/2025), disambut langsung oleh Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS. Satu unit sisanya tengah dalam proses pengiriman.

Senyum cerah menyambut pagi itu ketika duet pemimpin Malaka turun langsung memeriksa dan menguji coba traktor pertanian tersebut. Tangan mereka menggenggam kemudi, bukan sekadar simbolik, tapi nyata: pemimpin yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi hadir di tanah, di mana petani menabur harap dan memanen hidup.

Baca Juga: Viktor Laiskodat Puji Bupati SBS: Pemimpin Hebat Itu Melangkah dengan Riset dan Ilmu Pengetahuan

“Alat-alat ini mohon dirawat dengan baik untuk bantu para petani di kebun. SBS-HMS tidak tipu rakyat, kami serius urus rakyat,” tegas Bupati SBS di hadapan wartawan dan para penyuluh pertanian.

Bupati SBS tidak sekadar menabur janji. Di bawah komandonya bersama HMS, Kabupaten Malaka menjelma sebagai ladang harapan yang hijau. Bantuan traktor ini adalah bagian dari visi besar memajukan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi rakyat Malaka. Tidak ada rakyat yang lapar di tanah yang subur, itulah semangat yang terus diusung SBS-HMS.

Plh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Lorens Bere, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Malaka memiliki 35 unit traktor siap pakai: 25 unit baru dari bantuan pusat dan 10 unit lama yang masih berfungsi. Tak berhenti di situ, 16 unit lainnya kini tengah diperbaiki agar segera bisa digunakan.

Baca Juga: Pemkab Malaka: Pekerjaan di Oekmurak Belum Gunakan Dana APBD, Itu Darurat Bantu Rakyat

“Tahun depan kita targetkan ada penambahan lagi. Kita ingin percepatan olah tanah tidak hanya di sentra pertanian utama, tapi menjangkau hingga desa-desa terpencil,” ujar Lorens.

Langkah ini sejalan dengan cita-cita SBS-HMS untuk menjadikan Malaka sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah perbatasan. Dengan topografi yang kaya dan sumber air dari irigasi Kali Benenai, pertanian Malaka tak lagi bergantung pada tadah hujan.

Kepemimpinan SBS-HMS: Dari Sawah ke Kebijakan

Satu hal yang membedakan kepemimpinan SBS-HMS adalah keberpihakan nyata pada petani. Mereka bukan hanya membagikan alat, tapi memastikan alat itu tepat guna, dirawat, dan sampai ke tangan yang membutuhkan. Pendekatan mereka tidak elitis, tapi egaliter. Mereka menyapa petani bukan dari podium, tapi dari pematang sawah.

Baca Juga: Komitmen Tanpa Tawar: SBS-HMS dan Jalan Terang Menuju Malaka Jaya

Program pertanian yang dijalankan bukan sekadar ceremonial. Sebelumnya, SBS-HMS juga telah menggelontorkan dukungan seperti pupuk bersubsidi, pelatihan petani muda, serta penguatan koperasi tani berbasis desa. Kini, dengan kehadiran traktor-traktor baru, pengolahan lahan bisa lebih cepat, efisien, dan meningkatkan produktivitas.

“Di bawah kepemimpinan SBS-HMS, rakyat Malaka tidak boleh lapar,” tegas SBS. Kalimat ini bukan slogan kosong, melainkan janji yang setiap hari dibuktikan di lapangan.

Petani Menyambut dengan Syukur

Para petani yang hadir pada momen itu menyambut kehadiran traktor-traktor baru ini dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, traktor bukan sekadar mesin, tapi pembebas dari kerja berat, penambah daya saing, dan pembuka masa depan yang lebih cerah.

“Dulu kami susah dapat traktor. Harus antre lama dan kadang tidak kebagian. Sekarang, traktor sudah datang langsung ke Dinas, kami senang sekali,” kata Kornelis Seran, seorang petani muda dari Kecamatan Malaka Tengah.

Bagi Kornelis dan banyak petani lainnya, bantuan ini adalah bukti bahwa suara petani didengar, kebutuhan petani dipenuhi, dan masa depan pertanian makin cerah di tangan pemimpin yang berpihak.

Baca Juga: Dulu Simon Nahak Salahkan Warga Saat Bencana, Kini SBS-HMS Bangun Tanggul Cegah Banjir

Langkah-Langkah Strategis ke Depan

Dengan tambahan alat berat pertanian ini, Dinas Pertanian akan membentuk tim khusus untuk pendistribusian alat ke kelompok tani berdasarkan kebutuhan dan luas lahan. Selain itu, pelatihan operator traktor akan digelar agar para pemuda desa bisa menjadi tenaga teknis lokal yang handal.

“Tidak cukup dengan mesin. Kita bangun sistem, kita bangun SDM, agar pertanian Malaka bukan hanya kuat hari ini, tapi berkelanjutan,” pungkas HMS.

Malaka Menyala di Tengah Lahan Hijau

Kabupaten Malaka kini sedang menulis cerita baru: tentang pertanian yang bermartabat, tentang pemimpin yang membumi, dan tentang rakyat yang tidak sekadar diberi janji, tapi alat dan jalan untuk hidup sejahtera.

Baca Juga: Simon Bagi Sembako, SBS Bangun Tanggul: Antara Gimik Politik dan Solusi Nyata untuk Malaka

SBS-HMS membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja nyata, pertanian bisa menjadi gerakan revolusioner dari desa untuk Indonesia. Dan di antara mesin-mesin yang menderu itu, harapan rakyat Malaka tumbuh, subur seperti padi-padi yang menanti panen.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *