RAEBESINEWS.COM – Kabupaten Malaka kembali mencatat sejarah penting di bidang kesehatan hewan. Untuk pertama kalinya di Indonesia, program vaksinasi rabies oral (melalui mulut) dilaksanakan di Malaka dan Kabupaten Belu sebagai pilot project.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi besar antara International Rabies Taskforce (IRT), Mission Rabies, produsen vaksin MSD Animal Health, serta perusahaan farmasi hewan CEVA.
Kehadiran Tokoh Dunia dalam Penanggulangan Rabies
Sejumlah tokoh penting hadir langsung di Malaka, antara lain Doktor Andrew J. Beron, Direktur IRT, bersama Doktor Catherine Swedberg dari Mission Rabies. Mission Rabies sendiri merupakan program dari Worldwide Veterinary Service (WVS), sebuah badan amal berbasis di Inggris yang berfokus membantu hewan di seluruh dunia.
Dari pihak produsen vaksin juga hadir Doktor Ad Vos dan Doktor Gowry Yale dari CEVA, perusahaan yang memproduksi vaksin rabies oral. Kehadiran mereka di Malaka bertujuan untuk melihat langsung pelaksanaan vaksinasi massal rabies, khususnya penggunaan vaksin oral yang mereka dukung.
Mendampingi rombongan internasional tersebut, Ibu Beverly Rambu turut hadir sebagai penerjemah resmi.
Target Besar: 70% Populasi Anjing di Malaka
Program vaksinasi massal ini berlangsung selama 12 hari, mulai 22 September hingga 9 Oktober 2025, dengan target 31 ribu dosis vaksin atau sekitar 70% dari total populasi anjing di Malaka yang diperkirakan mencapai 34 ribu ekor.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, menyambut baik kehadiran lembaga internasional ini. Ia menegaskan bahwa rabies adalah penyakit mematikan yang harus dituntaskan agar Malaka kembali bebas dari ancaman rabies.
“Kami berharap dengan dukungan lembaga internasional ini, rabies yang mematikan itu bisa benar-benar dituntaskan, dan Malaka kembali menjadi daerah yang aman dan bebas rabies,” ujar Bupati SBS.
Wujud Penerimaan Pemda Malaka
Sebagai bentuk penghormatan, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, menerima langsung rombongan internasional tersebut. Bahkan, sebagai wujud penerimaan budaya Malaka, Wakil Bupati mengundang mereka untuk jamuan makan siang bersama di Taman Eden, sebuah kawasan milik pribadi Wabup yang dilengkapi hutan mangrove, tambak ikan, peternakan, serta arena rekreasi keluarga.
Suasana makan siang tersebut berlangsung akrab dan penuh kehangatan, memperlihatkan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Malaka dalam menjalin kerja sama internasional.
Tonggak Penting Bagi Indonesia
Program vaksinasi oral rabies ini menjadi yang pertama di Indonesia. Dengan menjadikan Malaka dan Belu sebagai daerah percontohan, diharapkan metode vaksinasi modern ini bisa menjadi jalan baru bagi Indonesia untuk mengeliminasi rabies yang masih menjadi ancaman di beberapa wilayah.
Kehadiran para pakar internasional juga menegaskan bahwa isu rabies bukan hanya masalah lokal, tetapi sudah menjadi perhatian dunia. Dan Malaka, lewat komitmen pemerintah daerah serta dukungan masyarakat, kini menjadi pionir penting dalam sejarah eliminasi rabies di tanah air.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











