RAEBESIBEWS.COM – Di tengah atmosfer politik yang kerap dipenuhi tipu muslihat dan godaan korupsi, Kabupaten Malaka menghadirkan satu poros keteladanan yang tegas dan konsisten: SBS-HMS, duet pemimpin rakyat, Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu.
Memasuki periode kedua kepemimpinan mereka (2025–2030), satu hal yang tidak pernah berubah adalah komitmen mereka: pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat.
“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang menyalahgunakan keuangan negara dan wewenang jabatan,” tegas SBS dalam berbagai forum publik.
Kalimat itu bukan sekadar ucapan formal, tetapi menjadi kredo yang membentengi seluruh sistem kerja birokrasi di Kabupaten Malaka. Ini adalah tekad untuk menjadikan pemerintahan bukan tempat berburu rente, melainkan ladang pengabdian.
Baca Juga: Dana Desa Bermasalah: SBS-HMS Siap Tindak 26 Kepala Desa di Malaka, Berikut Daftarnya
Kesehatan Gratis: Dari Slogan Menjadi Sistem
Di Kabupaten Malaka, tidak perlu kartu berlapis-lapis atau urusan administrasi yang berbelit. Cukup dengan e-KTP, rakyat bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis.
Program ini bukan sekadar intervensi populis, tapi sebuah terobosan sistemik yang menjadikan kesehatan sebagai hak dasar, bukan lagi komoditas mahal.
Kepemimpinan SBS-HMS memastikan bahwa akses ke fasilitas medis tidak dibatasi oleh kemampuan ekonomi, melainkan dijamin oleh kehadiran negara. Malaka menjadi satu dari sedikit daerah di Indonesia yang benar-benar menempatkan rakyat sebagai pusat pelayanan.
Baca Juga: Henri Melki Simu: Pelita Kecil dari Wehali yang Menyala untuk Malaka
Sawah Tak Lagi Menunggu Hujan
Petani Malaka sudah terlalu lama menggantungkan nasib pada cuaca, terutama wilayah Kecamatan Kobalima, tapi SBS-HMS datang dengan pendekatan baru: pertanian berbasis irigasi.
Sistem pengairan dari Bendungan Benenain dioptimalkan untuk memastikan musim tanam tidak lagi ditentukan oleh awan, tapi oleh perencanaan yang matang.
Pemerintah menyediakan alat, bibit, pupuk, dan juga pelatihan. Petani bukan hanya diberi harapan, tetapi juga ilmu dan sarana. Hasilnya: produksi meningkat, ketahanan pangan menguat, dan pendapatan petani naik. Ini bukan retorika. Ini perubahan yang bisa dilihat dan dirasakan di sawah-sawah rakyat.
Baca Juga: Ronaldo Asury: Kolaborasi SBS-HMS dengan Provinsi dan Pusat adalah langkah terbaik
Jalan dan Jembatan: Infrastruktur adalah Hak, Bukan Hadiah
Pembangunan infrastruktur di Malaka tidak bersifat simbolik, tetapi strategis. Jalan dan jembatan antar desa dibuka, diaspal, dan dirawat secara berkelanjutan.
Akses bukan lagi kemewahan, tetapi kewajaran. Dalam kepemimpinan SBS-HMS, tidak boleh ada desa yang merasa terasing dari denyut pembangunan.
Setiap kilometer jalan yang dibuka bukan hanya menyambung wilayah, tetapi menyambung kesempatan: untuk pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
Olahraga untuk Martabat dan Masa Depan
Dalam hal olahraga, SBS-HMS mengambil langkah besar dan berani. Melalui Askab PSSI Malaka, Pemkab menjalin MoU bersama Persija Jakarta, klub besar yang menjadi simbol sepak bola nasional.
Langkah ini bukan demi pencitraan, tapi sebagai komitmen serius membangun olahraga berprestasi sejak usia dini.
Baca Juga: Pemerintah Rekrut 1.515 Guru ASN Baru Tahun Ini Untuk Sekolah Rakyat
Bukan itu saja, SBS-HMS menetapkan target ambisius: setiap kecamatan memiliki satu sekolah sepak bola (SSB). Bakat anak-anak Malaka tidak boleh dibatasi oleh geografis atau fasilitas.
Mereka berhak dilatih, diasah, dan disalurkan sampai ke level profesional. Sepak bola bukan hanya olahraga, tapi saluran karakter dan kebanggaan daerah.
SDM Adalah Masa Depan
Pembangunan manusia adalah akar dari segala kemajuan. SBS-HMS menaruh perhatian besar pada pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.
Beasiswa, pelatihan vokasi, peningkatan kualitas guru, hingga program literasi digital menjadi bagian dari strategi besar mencetak generasi unggul. Malaka tidak boleh menjadi penonton di panggung masa depan. Malaka harus menjadi pemain utama.
Baca Juga: 24 Desa di Malaka Sudah Diaudit dan Menanti LHP, Berikut Daftarnya
Jalan Terang yang Tak Boleh Dipadamkan
SBS-HMS bukan pemimpin yang bermain-main dengan janji. Mereka bukan tokoh dadakan yang lahir karena tren, tapi pemimpin yang dibentuk oleh sejarah pengabdian dan keteguhan karakter. Lima tahun ke depan bukan sekadar masa jabatan, tetapi misi kebangkitan Malaka.
Pemerintahan ini bukan untuk disembah, tapi untuk diawasi dan dikawal bersama. Karena SBS-HMS sudah memilih jalan yang tak mudah—jalan kejujuran, jalan kerja keras, dan jalan cinta kepada rakyat.
Dan kita semua, rakyat Malaka, diajak untuk berjalan bersama mereka, di jalan terang yang telah terbuka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











