RaebesiNews.com – Di Kabupaten Malaka, sakit kini tidak lagi identik dengan kekhawatiran soal biaya. Sejak kepemimpinan Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu, pelayanan kesehatan gratis menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Negara tidak lagi berdiri jauh di balik meja birokrasi, tetapi hadir langsung di ruang periksa puskesmas dan rumah sakit.
Sebelumnya, bagi sebagian besar warga desa, keputusan untuk berobat sering kali ditunda. Biaya menjadi pertimbangan utama, bahkan lebih besar dari rasa sakit itu sendiri. Banyak yang memilih bertahan, berharap sembuh dengan sendirinya. Dalam situasi itulah, kebijakan kesehatan gratis SBS–HMS hadir sebagai pembebasan dari beban lama yang menahun.
Pelayanan kesehatan gratis di Malaka dirancang sederhana dan inklusif. Warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan medis. Tidak ada klasifikasi miskin atau mampu, tidak ada stigma, tidak ada prosedur berbelit. Semua diperlakukan setara sebagai warga daerah yang memiliki hak atas kesehatan.
Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat. Berobat tidak lagi dianggap sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai langkah awal menjaga kualitas hidup. Puskesmas menjadi ruang yang lebih hidup, tempat konsultasi, edukasi, dan pemulihan.
Bupati SBS dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu rakyat jatuh sakit parah baru bertindak. Menurutnya, tugas negara adalah mencegah penderitaan, bukan sekadar meresponsnya. Prinsip ini tercermin dalam penguatan pelayanan dasar yang berjalan bersamaan dengan kebijakan kesehatan gratis.
Sementara Wakil Bupati HMS aktif memastikan program berjalan sesuai tujuan. Ia sering turun langsung, memeriksa pelayanan, dan berdialog dengan masyarakat. Pendekatan lapangan ini memberi pesan kuat bahwa kebijakan kesehatan bukan sekadar laporan di atas kertas.
Hari ini, kesehatan gratis di Malaka bukan lagi program, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebuah perubahan mendasar yang perlahan membangun kepercayaan antara rakyat dan pemerintahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











