Hadiri Musrenbang RKPD NTT 2026 untuk Perencanaan 2027, Bupati Malaka SBS Perjuangkan Infrastruktur dan Pencegahan Bencana

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi
1778151978024 1
Hadiri Musrenbang RKPD NTT 2026 untuk Perencanaan 2027, Bupati Malaka SBS Perjuangkan Infrastruktur dan Pencegahan Bencana

RaebesiNews.com – Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 untuk perencanaan pembangunan tahun 2027 yang digelar Pemerintah Provinsi NTT dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu (7/5/2026).

Kegiatan strategis tingkat provinsi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Mei 2026, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan, baik dari tingkat provinsi maupun 22 kabupaten/kota se-NTT.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Musrenbang RKPD ini bertujuan menyepakati sasaran, arah kebijakan, serta program prioritas pembangunan Provinsi NTT Tahun 2027 beserta pagu indikatif pendanaannya. Forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan visi dan program prioritas Pemerintah Provinsi NTT.

Berdasarkan pantauan media ini, sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur NTT, Anggota DPD RI Perwakilan NTT Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD Provinsi NTT, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta kepala instansi vertikal.

Sementara dari tingkat kabupaten/kota, hadir para bupati dan wali kota, beberapa wakil bupati, pimpinan DPRD kabupaten/kota, kepala Bapperida, serta delegasi dari seluruh daerah di NTT.

Dari Pemerintah Kabupaten Malaka, Bupati SBS hadir bersama Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Malaka Agustinus Nahak, Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Malaka Leonarda Sofiani Rame, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya yang turut mendampingi.

Dalam arahan pembukaan, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa hingga 9 Mei 2026 akan dilakukan desk pembahasan usulan dari 22 kabupaten/kota yang akan diselaraskan dengan visi, misi, dan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Pada forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka mengusulkan sejumlah program strategis untuk mendapat intervensi Pemerintah Provinsi NTT. Usulan tersebut meliputi pembangunan Jembatan Welaus (Talo Ulun) sepanjang 20 meter, penanganan long segmen ruas jalan Batas Kabupaten Belu–SP Welaus sepanjang 5 kilometer, pembangunan Jembatan Sanleo sepanjang 10 meter, pembangunan tanggul dengan sirtu gunung di Desa Oanmane sepanjang 4 kilometer, pembangunan tanggul di Desa Motaain sepanjang 600 meter, serta pembangunan perkuatan tebing (bronjong) di Desa Lasaen sepanjang 700 meter.

Menurut Bupati SBS, berbagai usulan tersebut merupakan bagian dari program prioritas SBS-HMS dalam bidang pengembangan infrastruktur wilayah dan pencegahan bencana.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi NTT dapat mengakomodir usulan-usulan ini sehingga dapat memperlancar konektivitas transportasi dari Malaka menuju Belu dan TTU maupun wilayah lainnya. Selain itu juga untuk mengurangi dampak banjir, terutama pada kawasan potensial pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar SBS.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pengendalian bencana merupakan kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Malaka yang memiliki kawasan pertanian luas dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di NTT.

Bupati SBS juga memberikan arahan khusus kepada tim Bapperida Kabupaten Malaka yang mengikuti desk pembahasan agar menyiapkan data dukung yang akurat dan valid sebagai dasar pertimbangan Pemerintah Provinsi NTT dalam menentukan prioritas program pembangunan.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Malaka dalam Musrenbang RKPD Provinsi NTT ini menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, sekaligus memastikan arah pembangunan daerah tetap selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Di tengah tantangan pembangunan dan ancaman bencana yang terus dihadapi, Malaka tampak tidak tinggal diam. Dari ruang-ruang perencanaan itulah masa depan daerah mulai dirancang, tentang jalan yang menghubungkan harapan, jembatan yang menyatukan wilayah, dan tanggul yang menjaga kehidupan masyarakat dari ancaman banjir.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung