RaebesiNews.com – Keberhasilan sebuah daerah tidak selalu diukur dari seberapa megah gedung yang dibangun atau seberapa besar anggaran yang dibelanjakan. Ukuran yang sesungguhnya adalah sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di Kabupaten Malaka, salah satu bukti nyata itu dapat dilihat dari sektor kesehatan.
Di tengah masih banyak daerah yang menghadapi keterbatasan dokter spesialis, Kabupaten Malaka, daerah yang bahkan belum genap berusia 13 tahun, telah memiliki empat dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn). Pencapaian ini bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari visi, keberanian, dan konsistensi membangun sumber daya manusia.
Investasi yang Dimulai Sejak Awal Kepemimpinan SBS
Ketika menjabat sebagai Bupati Malaka periode perdana 2015–2020, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), mengambil keputusan yang tidak banyak dilakukan kepala daerah lain. Ia memilih berinvestasi pada manusia.
Sejak tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Malaka mulai mengirim banyak dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis dengan dukungan pembiayaan pemerintah daerah. Langkah tersebut membutuhkan anggaran besar dan hasilnya tidak bisa dinikmati dalam waktu singkat. Pendidikan dokter spesialis membutuhkan proses bertahun-tahun, bahkan bisa mencapai empat hingga lima tahun atau lebih.
Namun, kepemimpinan yang memiliki visi memang selalu berani mengambil keputusan yang manfaatnya akan dirasakan di masa depan, bukan hanya mengejar hasil sesaat.
Hari ini, masyarakat Malaka menikmati hasil dari kebijakan tersebut. Dokter-dokter yang dahulu dikirim menempuh pendidikan kini telah kembali dan mengabdi di daerah sendiri. Mereka menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Dari Bergantung Menjadi Mandiri
Dulu, tidak sedikit pasien dari Malaka yang harus dirujuk ke Atambua atau bahkan Kupang untuk mendapatkan pelayanan spesialis tertentu, termasuk operasi kebidanan.
Kini situasinya berubah.
Dengan hadirnya dokter spesialis dan penguatan layanan di RSUPP Betun, banyak pelayanan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di rumah sakit luar daerah kini dapat dilaksanakan di Kabupaten Malaka sendiri.
Seorang ibu hamil yang membutuhkan operasi caesar, misalnya, kini tidak harus lagi menempuh perjalanan jauh ke Atambua atau Kupang hanya untuk melahirkan. Pelayanan tersebut sudah dapat dilakukan di RSUPP Betun oleh tenaga medis yang kompeten.
Perubahan ini bukan sekadar soal kemudahan. Ini berarti waktu penyelamatan pasien menjadi lebih cepat, biaya keluarga menjadi lebih ringan, risiko perjalanan dapat dikurangi, dan akses pelayanan kesehatan menjadi lebih adil bagi masyarakat.
SBS–HMS Melanjutkan Penguatan Pelayanan Kesehatan
Komitmen membangun sektor kesehatan tidak berhenti pada periode pertama kepemimpinan SBS. Bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), penguatan pelayanan kesehatan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Malaka.
Pemerintah daerah terus memperkuat RSUPP Betun, baik dari sisi sumber daya manusia, pelayanan medis, maupun pengembangan fasilitas kesehatan. Tujuannya sederhana tetapi sangat penting, yaitu agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, cepat, dan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Kehadiran dokter-dokter spesialis menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sebab rumah sakit yang baik bukan hanya ditentukan oleh gedung dan peralatan modern, tetapi terutama oleh tenaga kesehatan yang profesional dan tersedia saat masyarakat membutuhkan.
Membantu Daerah Lain adalah Wujud Solidaritas
Belakangan muncul perbincangan mengenai diperbantukannya satu dokter spesialis Obsgyn dari Malaka ke daerah lain.
Persoalan ini seharusnya dilihat secara jernih. Dokter tersebut diperbantukan karena adanya permintaan resmi dari pemerintah daerah yang sedang mengalami kekurangan tenaga spesialis akibat dokter mereka menjalani cuti.
Memberikan bantuan kepada daerah lain bukan berarti Malaka kekurangan dokter. Justru hal itu menunjukkan bahwa Malaka telah memiliki kapasitas untuk berbagi.
Dalam sistem pelayanan kesehatan nasional, saling membantu antardaerah merupakan praktik yang sehat dan terpuji. Hari ini Malaka membantu daerah lain. Besok, jika Malaka menghadapi situasi yang sama, daerah lain pun dapat memberikan dukungan.
Biarkan Fakta Berbicara
Opini tentu sah dalam ruang demokrasi. Namun opini akan lebih bermakna apabila dibangun di atas fakta.
Faktanya, Kabupaten Malaka memiliki empat dokter spesialis Obsgyn yang merupakan hasil investasi pemerintah daerah sejak 2016. Faktanya, pelayanan kesehatan ibu dan anak di RSUPP Betun terus berjalan. Faktanya, banyak masyarakat kini tidak lagi harus dirujuk ke Atambua atau Kupang untuk operasi persalinan karena layanan tersebut sudah tersedia di daerah sendiri.
Itulah capaian yang sesungguhnya patut diapresiasi.
Masyarakat tentu berharap komitmen ini terus dilanjutkan. Sebab investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya jalan, jembatan, atau gedung, melainkan manusia yang mengabdi dengan ilmu dan keahliannya.
Ketika dokter-dokter spesialis kembali mengabdi di tanah kelahirannya dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya, di situlah sebuah kebijakan membuktikan nilainya.
Dan Kabupaten Malaka telah menunjukkan bahwa daerah yang masih muda pun mampu membangun pelayanan kesehatan yang kuat apabila dipimpin dengan visi, keberanian, dan konsistensi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












