Diterjang Hujan, Wakil Bupati Malaka Bersama Tim Kementerian PUPR Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Laleten

Screenshot 20250507 222856 Gallery 858154221

RaebesiNews.com – Di bawah guyuran hujan deras dan jalan licin yang menanjak, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, bersama tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Senin (6/5).

Meskipun mobil tak mampu menembus jalur terjal menuju bukit, langkah mereka tidak surut. Dengan payung seadanya dan sepatu berlumpur, rombongan tetap berjalan kaki menembus rintangan menuju lahan seluas lima hektare yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Malaka untuk membangun pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Baca Juga: Wabup Malaka Tinjau 77 Hektare Lahan di Kampung Arak, Siap Cetak Sawah Baru

“Cuaca tidak menentukan tekad kami. Hujan boleh deras, tapi semangat tidak boleh luntur,” ucap Henri Melki Simu sambil mengatur napas di ketinggian Laleten.

Sekolah Rakyat adalah bagian dari program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, yang dirancang sebagai solusi pendidikan menyeluruh di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Sekolah ini tak hanya akan menyediakan ruang kelas, tetapi juga asrama, perpustakaan, pusat pelatihan keterampilan, klinik kecil, dan ruang makan bersama.

Henri menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini bukan hanya proyek fisik, tetapi “sebuah misi untuk menebus ketertinggalan masa lalu”.

Menjawab Tantangan Wilayah Terpencil

Baca Juga: Kades Tak Mampu Urus Desa Akan Dicopot, Tim Pemkab Malaka Turun Akhir Mei

Desa Laleten berada di dataran tinggi dengan akses jalan yang masih sangat terbatas. Namun secara geografis, titik ini strategis sebagai pusat jangkauan pendidikan untuk desa-desa di sekitarnya.

“Kami sengaja memilih lokasi yang tinggi, agar Sekolah Rakyat ini benar-benar menyentuh wilayah-wilayah yang selama ini jauh dari akses pendidikan berkualitas,” ujar Henri.

Pihak Kementerian PUPR yang turut hadir menyampaikan bahwa proses perencanaan teknis sedang berlangsung. Jika tidak ada hambatan, pembangunan akan dimulai pada akhir tahun ini.

Sekolah Rakyat: Membangun Masa Depan dari Pinggiran

Baca Juga: Di Ujung Malaka, Di Tengah Sepi: Kisah Kecil dari SDI Sein, Kampung Arak

Program Sekolah Rakyat bertujuan menghadirkan pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan kurikulum yang menekankan nilai kebangsaan, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter, sekolah ini diharapkan menjadi model baru pendidikan terpadu di Indonesia.

“Ini bukan sekadar sekolah, tapi rumah bagi anak-anak yang terlalu lama hidup dalam bayang-bayang keterbatasan,” pungkas Henri.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung