Daerah  

Diduga Proyek Fiktif, Jalan Usaha Tani di Desa Weulun Malaka Mangkrak dan Tertutup Semak

Screenshot 20250521 185618 WhatsApp 3605628732

RAEBESINEWS.COM– Proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibuka Pemerintah Desa Weulun, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, menuai sorotan tajam. 

Pasalnya, jalan yang dibangun dengan dana desa tersebut dinilai tidak memberikan manfaat bagi petani dan kini dibiarkan mangkrak, tertutup semak belukar.

Hasil penelusuran RaebesiNews.com di lapangan menunjukkan, jalan tersebut hanya melingkar di sekitar satu area kebun tanpa menyambung ke lahan pertanian produktif lainnya. 

Baca Juga: Kepala Desa Tesa Pimpin Kerja Bakti Massal, Wujudkan Desa Bersih dan Sehat

Tak ayal, proyek itu dinilai warga tak lebih dari jalan buatan yang fungsinya menyerupai terminal kendaraan, bukan jalan usaha tani sesungguhnya.

“Jalan Usaha Tani yang fisiknya tidak selesai dan tidak ada asas manfaat bagi masyarakat karena jalan dibuat keliling dalam satu kebun seperti terminal kendaraan saja,” ungkap Petrus, salah satu warga Desa Weulun kepada RaebesiNews.com.

Selain bentuk jalan yang janggal, tumpukan material seperti batu koral masih terlihat di sekitar lokasi. Hal ini menandakan bahwa proyek tersebut belum rampung dikerjakan, namun juga tidak dilanjutkan atau dirawat.

Baca Juga: Kades Fahiluka Pimpin Aksi Bersih Jalan: Wujud Nyata Komitmen untuk Desa Wisata

Dugaan Penyimpangan Anggaran

Sejumlah sumber menyebutkan, proyek ini terindikasi hanya menjadi sarana menghabiskan dana desa tanpa mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat.

“Kepala desa tidak peduli dengan kepentingan rakyat. Dia hanya mau proyek saja dan buktinya ini jalan tidak ada fungsi,” tambah Petrus.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Weulun, Dominikus Tae Seran, belum memberikan tanggapan. Upaya menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.

Baca Juga: Pemkab Malaka Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Warga Desa Weoe Sambut Antusias

Warga Desak Pemeriksaan Dana Desa

Warga mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Malaka dan Dinas PMD untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap penggunaan dana desa Weulun. 

Mereka berharap agar proyek-proyek serupa tidak terus terjadi dan merugikan masyarakat kecil.

Hingga kini, belum diketahui berapa besar anggaran yang digelontorkan untuk proyek JUT di Desa Weulun. 

Namun dari kondisi fisik yang terlihat di lapangan, publik menilai proyek ini tidak layak disebut sebagai proyek infrastruktur pertanian.

Baca Juga: 12 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Malaka Resmi Kantongi Akta Notaris

Berdasarkan dokumentasi GPS Map Camera yang diterima redaksi, proyek JUT tersebut terletak pada koordinat:

Latitude: -9.682355°, Longitude: 124.832708°

Waktu pengambilan gambar: 21 Mei 2025, pukul 07.15 WITA.

Foto memperlihatkan jalan setapak yang tidak jelas bentuk dan arah manfaatnya, dengan rumput liar yang mulai menutupi badan jalan.

Redaksi RaebesiNews.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *