Topik :

Di Era Pemerintahan Sebelumnya Clara Su Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Kini di Tangan SBS HMS Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi
FB_IMG_1778541820009
Di Era Pemerintahan Sebelumnya Clara Su Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Kini di Tangan SBS HMS Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

RaebesiNews.com – Di saat pemerintahan sebelumnya sibuk membanggakan kemegahan Kantor Bupati Malaka, seorang nenek tua bernama Clara Su justru menjalani hidup dalam penderitaan di sebuah rumah reyot yang nyaris roboh di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Rumah itu kecil, sempit dan memprihatinkan. Atapnya bocor saat hujan turun, dindingnya lapuk dimakan usia, sementara bagian dalam rumah tampak kumuh dan tidak layak dihuni. Bersama cucunya, Clara Su bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Setiap musim hujan datang, rasa takut selalu menghantui. Air menetes dari atap rumah, angin masuk dari celah dinding yang rapuh, sementara bangunan tua itu sewaktu-waktu bisa ambruk.

Ironisnya, kondisi Clara Su disebut-sebut luput dari perhatian pemerintahan sebelumnya selama kurang lebih 3,5 tahun. Di tengah berdirinya kantor pemerintahan yang megah dan mewah, masih ada rakyat kecil yang hidup tanpa rumah layak huni.

Kontras itulah yang kini ramai diperbincangkan masyarakat.

Bagi warga kecil seperti Clara Su, kemegahan kantor pemerintahan tidak membawa perubahan apa-apa bagi hidup mereka. Sebab yang dibutuhkan rakyat bukan hanya bangunan megah, tetapi perhatian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Namun keadaan itu akhirnya berubah di masa kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).

Pada Senin, 11 Mei 2026, HMS bersama Danki Satgas Pamtas RI–RDTL Yon Armed 12 menyerahkan langsung rumah layak huni untuk Clara Su di Desa Seserai. Penyerahan tersebut turut didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Desa Seserai.

Momen itu berlangsung sederhana namun penuh haru. Warga yang hadir tampak bahagia melihat seorang nenek tua yang selama bertahun-tahun hidup di rumah tidak layak, akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang aman dan manusiawi.

Screenshot_20260512_091804_Facebook
Di Era Pemerintahan Sebelumnya Clara Su Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Kini di Tangan SBS HMS Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Bagi Clara Su, rumah baru itu bukan sekadar bangunan.
Itu adalah rasa aman di usia senja.
Itu adalah perhatian yang selama ini ia tunggu.
Dan itu adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat kecil.

Program rumah layak huni yang dijalankan pemerintahan SBS HMS dinilai masyarakat lebih menyentuh kebutuhan riil warga dibanding pembangunan yang hanya menonjolkan simbol kemewahan.

“Kalau kantor megah hanya jadi kebanggaan pejabat, rumah layak huni seperti ini jadi kebahagiaan rakyat kecil,” ujar salah satu warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan itu menggambarkan suara hati masyarakat bawah yang selama ini lebih membutuhkan rumah yang aman, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya dibanding kemewahan fasilitas pemerintahan.

Langkah HMS menyerahkan rumah untuk Clara Su juga dinilai sebagai simbol keberpihakan kepada masyarakat kecil. Pemerintah tidak hanya hadir lewat pidato dan seremoni, tetapi hadir langsung menjawab kebutuhan rakyat.

Kini, Clara Su tak lagi dihantui rasa takut saat hujan turun di malam hari. Ia tidak lagi tidur di bawah atap bocor dan dinding rapuh yang hampir roboh.

Di sisa hari hidupnya, seorang nenek tua di pelosok Malaka akhirnya bisa tersenyum tenang karena memiliki rumah yang layak, sesuatu yang mungkin sederhana bagi sebagian orang, tetapi sangat berarti bagi rakyat kecil seperti Clara Su.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung