Bupati Malaka: Warga yang Pemalas Tidak Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Screenshot 20250606 213127 WhatsApp 3449050018

RAEBESINEWS.COM – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), mengeluarkan pernyataan tegas yang langsung menyentuh jantung kehidupan sosial masyarakat desa. 

Dalam arahannya, SBS menekankan bahwa warga yang enggan terlibat dalam kegiatan gotong royong, bakti sosial, dan urusan kemasyarakatan lainnya, tak layak menerima bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan pengobatan jika jatuh sakit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Namun di balik ketegasan itu, tersirat kebijakan yang bijak: SBS tidak sedang menghukum, melainkan mengajak seluruh warga untuk bertumbuh dalam semangat tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Tanpa Pemberitahuan, Seorang Warga Cacat di Besikama Dicoret dari Daftar Penerima BLT, Kades Bilang Begini!!!

“Harap para Kepala Desa dan aparat desa mengajak masyarakatnya terlibat aktif dalam urusan gotong royong bersihkan desa, jaga keamanan desa, dan urusan kemasyarakatan lainnya,” ujar SBS, tegas namun tenang.

Menurut SBS, pemerintah daerah memiliki kewajiban membangun desa, namun pembangunan sejati hanya bisa terjadi jika warga juga mengambil bagian. 

Bagi SBS, gotong royong bukan hanya tradisi, tapi fondasi moral dari kehidupan berdesa. Masyarakat yang abai pada lingkungannya sendiri, kata dia, tidak bisa terus-menerus bergantung pada negara.

“Kalau warga tidak mau urus desanya, tidak mau bersihkan jalan atau selokan, tidak jaga keamanan bersama, lalu datang ke pemerintah hanya untuk minta bantuan, itu tidak adil,” tegasnya.

Baca Juga: Bupati Malaka Perintahkan Kerja Bakti Rutin, Seperti Jadwal Pasar Bergilir

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berani dan terukur. Bukan semata-mata bentuk pembatasan hak, melainkan pendidikan sosial agar masyarakat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, peduli, dan bertanggung jawab terhadap komunitasnya.

SBS juga menekankan, tujuan akhir dari arahannya adalah menciptakan kehidupan desa yang bersih, sehat, damai, dan nyaman bagi semua.

“Kita mau masyarakat Malaka hidup dalam desa yang tertib, bersih, dan damai. Itu hanya bisa terjadi kalau semua orang ikut ambil bagian. Jangan hanya minta, tapi tidak memberi,” ucapnya lagi.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai kebijakan ini sebagai bentuk kepemimpinan yang tak hanya berpikir jangka pendek. 

Baca Juga: Bensin di Ujung Jeriken: Suara Wakil Bupati Malaka untuk Para Penjual Bensin Eceran

SBS dinilai sedang membangun karakter masyarakat, menanam nilai gotong royong sebagai warisan sosial yang harus dipelihara, bukan dilupakan.

Bagi SBS, pemerintah hadir bukan hanya untuk memberi, tetapi untuk membentuk warga yang kuat, sehat, dan saling menguatkan.

Kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan di desa-desa: tegas, tapi tetap bijak. Tidak memanjakan, namun juga tidak membiarkan. Menegakkan prinsip, namun tetap berakar pada rasa cinta kepada rakyatnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung