Bupati Malaka Stefanus Bria Seran: Jangan Anggap Biasa Air Tergenang di Kampung

Screenshot 20250519 130242 Chrome 1405346044

RAEBESINEWS.COM – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), mengingatkan masyarakat dan para kepala desa untuk tidak menganggap remeh masalah air tergenang yang masih sering dijumpai di berbagai wilayah, khususnya daerah pesisir Kabupaten Malaka.

“Jangan anggap biasa karena dari kecil sudah lihat air tergenang,” tegas SBS saat berbicara dalam pertemuan bersama para kepala desa dan camat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Baca Juga: As Manulea: Negeri Batu Bertuah di Ujung Sasitamean

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung membiarkan genangan air sebagai hal yang lumrah, padahal menyimpan potensi bahaya besar bagi kesehatan dan lingkungan.

Bahaya Air Tergenang

Air yang tergenang dalam waktu lama dapat menjadi sarang nyamuk, terutama Aedes aegypti yang merupakan vektor penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Baca Juga: Revitalisasi Jalan dan Drainase Tubaki: Sinergi Infrastruktur dan Perlindungan Sumber Air di Malaka

Selain itu, genangan air juga bisa mencemari sumber air bersih, menimbulkan bau tak sedap, serta mempercepat kerusakan infrastruktur seperti jalan dan drainase.

“Kalau air tergenang dibiarkan, kita membuka pintu untuk berbagai penyakit. Ini bukan soal estetika semata, tapi soal kesehatan masyarakat,” ujar SBS.

Instruksi untuk Para Kepala Desa

Dalam kesempatan tersebut, Bupati SBS secara tegas menginstruksikan para kepala desa agar proaktif menjaga kebersihan lingkungan.

Ia meminta agar budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Malaka terus digalakkan, terutama dalam membersihkan saluran air, parit, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Potensi Laut Malaka Sangat Besar, SBS: Belajar dari Ambon, Jangan Malu

“Kepala desa jangan hanya duduk di kantor. Ajak masyarakat kerja bakti. Bersihkan parit, selokan, halaman, dan lingkungan desa. Kalau perlu, tetapkan hari gotong royong desa setiap minggu,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah desa harus menjadi penggerak utama untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan mencegah bencana akibat kelalaian terhadap hal-hal kecil seperti genangan air.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung